Bab 96

1162 Kata

Mereka terjaga dari tidur panjangnya, matahari pagi menembus celah-celah jendela kamar itu yang sangat menyilaukan mata, sepanjang malam mereka tidur sambil berpelukan seperti layaknya dua orang yang saling mencintai, ini seperti mimpi untuk keduanya, selama lima tahun mereka dipisahkan oleh benua dan sekarang bahkan seakan jarak pun tidak ada antara mereka. Ale masih nyaman memeluk Kinara dan Kinara yang masih nyaman bersandar di dadanya Ale, mereka masih nyaman dengan posisi masing-masing. Hingga terdengar suara berat khas bangun tidurnya Ale yang memecahkan keheningan. “Selamat pagi, Sayang, sapa Ale yang masih nyaman dengan posisi seperti itu. “Pagi, Sayang,” jawab Kinara dengan senyuman manis. Ia masih tidak menyangka denga napa yang terjai pagi ini, biasanya ia hanya merindu dalam d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN