“Jika kamu tidak bisa menikmati pesta ini, maka aku akan berpamitan pada Tuan Law agar kita pulang!” Begitu ucap David sebelum akhirnya dia dan Tiara keluar dari pesta tersebut, kemudian menginap di sebuah kamar hotel. Tiara cukup khawatir, dia tidak ingin David tahu tentang kehamilannya. Tapi dia malah keceplosan. Kabar baiknya, di tempat tadi suasana sangat ramai dan berisik oleh musik. Hingga suara lirih Tiara tak terdengar jelas oleh pria tersebut. “David! Kenapa kau terburu-buru?” Sebuah suara menghentikan mereka. David sedang bergandengan tangan bersama Tiara. Lalu David pun berbisik pada perempuan di sebelahnya. “Kau bisa naik terlebih dahulu!” Dia memberikan kartu kamar mereka pada perempuan itu. Tapi ternyata Tiara menggeleng. “Aku akan menunggumu, santai saja!” juju

