Ia dan Jena kembali ke kedai ini di saat yang bersamaan. Pasti karena Freya dan Jena sama - sama memiliki banyak kenangan dengan kedai ini, dan dengan orang yang paling hobi mengunjungi kedai makan ini. "Ada Jena." Freya memberi tahu Archie. Archie sama sekali tak menoleh. Ya kalau ada Jena memangnya kenapa. Itu juga bukan urusannya. "Biarin aja." Hanya itu tanggapan Archie. "Kapan hari aku ketemu juga sama Jena di sini. Aku pengin nyapa dia. Eh, dia malah kabur begitu lihat aku." Archie pun terkikik. "Kok bisa? Dia lupa kali sana kamu. Kamu dikira orang mau minta sumbangan." Archie malah menggoda Freya. "Nyebelin banget, sih. Nggak tauk! Dia tampangnya kayak takut gitu ngelihat aku." "Oh, berarti kamu dikira penampakan. Kamu lupa sisiran kali pas mau beli." "Ih, Archie ... ngeselin

