Ketakutan yang dulu telah pergi dan diharapkan tak akan kembali, nyatanya menerjang cepat. Tidak ada yang bisa dilakukan ketika masa lalu datang. Kenangan, kesakitan, luka, kecewa, hampir sepenuhnya terikat serta mempengaruhi masa depan. kilas balik membuka catatan kelam yang berusaha ditutup. Hari-hari yang lalu seolah terjadi kemarin sore, di masa depan ternyata luka tak kasat mata itu mengikuti. Ke mana kaki melangkah, ke mana tujuan bertepi, ke mana diri bersandar, selalu ada momen tertentu mengingatkan kesakitan. Permata harus terjebak di ruang waktu, bagaimana masa lalu dan masa depan saling bertubrukan. Ia masih belum menerima kenyataan jika semesta mempertemukan mereka lagi. Selama ini Permata berharap tidak usah berjumpa atau melihat Kenzie di manapun. Kekhawatiran ketika kem

