Hai Rey. Kalo lo baca surat ini berarti ada sesuatu buruk yang terjadi. Hmm ini agak singkat karena gue nulis pun buru-buru. Maafkan sikap gue yang seolah menghindari lo. Makasih karena telah menemani gue walaupun lo menemani gue dalam wujud yang berbeda. Bye. Semoga kita bisa ketemu lagi nanti! Rey menghela napas panjang. Mau berapa kalipun ia membaca surat tersebut takkan ada yang berubah. Walaupun hati kecilnya berharap dalam surat tersebut tertulis perasaan Deeva padanya. Ya, hanya harapan. Sudah seminggu setelah kepergian Deeva dan sudah seminggu juga Rey absen sekolah. Ponsel Rey bergetar di atas nakas. Dia meraihnya dan sudah memprediksi siapa gerangan yang menelponnya. "Rey! Lo betah amat sih di rumah. Keluar yuk! Kita diundang makan-makan di restoran. Mending lo terima undanga
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


