Flashback On Rey berusaha membuka matanya yang terasa berat, meresapi cahaya lampu yang memasuki pupil matanya. Setelah matanya sudah benar-benar terbuka. Barulah ia sadar, ada gadis yang tengah menunggunya. "Rey! Ya ampun! Kamu udah siuman! Akhirnya!"seru gadis itu. Entah kenapa Rey tidak menyukai seruan dari gadis tersebut. "Aku panggil dokter ya,"ujar gadis itu, lantas beranjak dari kursi. Namun, langkahnya terhenti, tangannya dicekal oleh Rey. Rey menatap gadis itu dengan tatapan mengintimidasi. Gadis itu tersenyum miring. "Kenapa? Kamu kangen sama aku?” Setelah melontarkan pertanyaan yang terdengar menggelikan di telinga Rey, tanpa aba-aba ia memeluk Rey dengan erat. Helaan napasnya yang menggelitik entah kenapa tidak membuat Rey berdebar seperti pertama kali ia memeluknya.

