Siang hari ditengah panas terik sebuah mobil Lamborghini hitam berhenti dihalaman rumah attar, sepasang ibu dan anak turun dari mobil tersebut.
"Tia sayang, mami datang" teriak melinda kala memasuki rumah mewah itu dengan diikuti seorang pemuda di belakang nya.
Mendengar ada yang memanggilnya, Tia dengan cepat menghampiri untuk menemui sang mertua yang datang berkunjung.
Melihat sang menantu datang dari arah dapur melinda dengan cepat menghampiri nya, dan mereka berpelukan layak nya teletabis.
"Kau dari mana sayang" tanya melinda pada Tia.
"Dari dapur mi" jawab Tia tersenyum. Tia senang.
"Apa yang kau lakukan?" tanya melinda lagi.
"Aku sedang membuat kue" jawab nya.
"Wah, benarkah? Oh iya kenal kan ini adik ipar mu, sandi nama nya" ucap melinda memperkenalkan sandi, adik attar satu-satunya.
Melinda langsung memperkenalkan mereka saat sandi tiba di hadapan kedua nya.
"Halo kakak ipar" sapa sandi pada Tia.
"Iya, halo" jawab Tia kikuk, seperti nya adik ipar nya ini seumuran dengan nya.
"Sepertinya kita seumuran ya" ucap sandi.
"Iya, sepertinya" jawab Tia.
"Eh tia, mami mau mencicipi kue buatan mu, boleh kan?" ujar melinda, memecah kecanggungan di antara Tia dan sandi. Dan mereka pergi berlalu menuju dapur untuk mencicipi kue buatan Tia.
°°°°°°°°°°°°°
"Assalamu'alaikum" ucap attar saat memasuki rumah, pasti adik nya sedang di rumah nya, begini lah jadinya kalau sang ibu tau tentang pernikahan nya. Dipastikan seluruh keluarga juga mengetahui nya.
"Wa'alaikumussalam" jawab orang-orang yang ada di ruang tengah.
"Hay bang" sapa sandi pada sang abang sandi memang tidak sama dengan attar, dia lebih suka berbicara dari pada diam dan lebih suka suasana ramai dari pada sunyi.
"Hm" jawab attar singkat.
"Positif thinking aja, mungkin abang lagi sariawan" gumam sandi, saat mendengar jawaban abang nya itu.
"Mami sudah lama?" Basa-basi Attar sambil duduk di samping Tia, dihadapan sang adik.
"Dari tadi siang" jawab melinda.
"Attar, besok ajak istri mu ke rumah mami ya" .
"Iya, besok ku bawa" biar bagaimana pun Attar tidak bisa menolak keinginan sang ibu karena beliau adalah orang yang paling disayangi nya.
"Gak kerasa ya, hari udah sore aja, kalau begitu mami pulang dulu. Jangan lupa besok kalian harus datang ya" ucap melinda sambil berdiri
Melinda langsung bersiap-siap untuk pulang karena tidak ingin mengganggu anak dan menantu nya.
"Ayo sandi" ajak nya pada sang anak bungsu, sandi langsung berlalu mengikuti sang ibu yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Attar dan Tia juga ikut berdiri, untuk mengantarkan mereka sampai ke mobil.
Saat mobil Lamborghini hitam itu menghilang dari pandangan, mereka langsung masuk kembali kedalam rumah.
"Tuan apa anda ingin langsung mandi?" tanya Tia, Saat mereka sudah sampai dikamar.
"Ya" attar membuka jas dan dasi yang mencekik lehernya seharian ini, dan langsung pergi menuju kamar mandi.
Tia langsung menyiapkan pakaian santai untuk Attar. Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan muncul lah attar yang hanya dibalut oleh handuk putih sebatas pinggang nya.
"Ini tuan" ucap Tia, langsung menyerah kan pakaian untuk attar, jujur saja Tia tidak kuat melihat attar berpenampilan seperti ini.
Attar langsung mengambil nya, dan memakainya tepat dihadapan Tia. Melihat itu Tia sungguh kaget dan langsung menunduk kan kepala nya tak berani menatap attar, kenapa attar berani sekali memakai baju tepat didepan matanya? Apakah pria ini tidak malu? Tanya Tia pada hati nya.
"Tia setelah ini temani aku menemui teman lama ku" ujar attar setelah selesai memakai pakaian nya.
"Baik tuan" jawab Tia masih dengan kepala tertunduk.
"Tak usah menunduk, aku sudah selesai" ucap attar, melihat Tia yang menunduk membuat nya puas setelah mengerjai sang istri.
°°°°°°°°°°°°