—THE END— Marvin berjalan menuju ke arah Dave. Memeluk anaknya yang tampak kacau seolah tak memiliki gairah hidup. "Hah... Ya ampun bagaimana bisa anak kebanggaanku menjadi kacau seperti ini?!" Marvin bertanya sambil melepaskan pelukan dan menatap wajah kusut Dave. Menepuk pipi Dave pelan, seolah memberikan semangat bagi pria itu. "Ceritakan apa yang terjadi? Aku akan berusaha membantumu," pinta Marvin. Dave menggeleng dan tersenyum miris. Berjalan menuju sofa, melemparkan bokongnya dengan kasar, memerosotkan dirinya duduk malas bersandar hingga mendonggakkan kepala. "Tak ada yang perlu diceritakan lagi, Dad. Semua berakhir dan aku... Tak ingin menceritakan kisah yang tak enak untuk didengar," ujar Dave. Marvin menatap Celine, wanita itu mengedikkan kedua bahunya. "Jangan ceritakan

