Semenjak pengakuan cinta. Aindra begitu posesif pada istrinya. Ia terus merajuk sang istri agar segera membuka praktek sendiri. Innaya tertawa mendengar rengekan sang suami yang menurutnya begitu romantis dan penuh rasa cemburu. “Sayang. Aku harus mengumpulkan uang dulu untuk membuka praktek. Memang sudah punya ijin, tapi aku butuh peralatan, obat-obatan dan juga tenaga perawat,” jelasnya. “Tapi aku nggak suka sama Fabio-fabio itu,” rajuk Aindra. “Hei ... sayang, lihat aku,” pinta Innaya menakup wajah sang suami. Netra abu itu begitu lucu ketika mengekspresikan tak suka atau rajukan. Innaya begitu bahagia, bahkan ia sangat berharap semua anaknya nanti memiliki netra yang sama dengan Aindra, suaminya. Pria itu menarik pinggang ramping agar tubuh sang istri dekat dengannya. “Aku sangat

