Pagi menjelang. Aindra sudah siap untuk pergi ke tempat yang dulu menerimanya dengan tangan terbuka. Sepasang suami istri yang baik hati, yakni Sueb dan Rokayah. Pemuda itu sudah ijin dengan atasannya. Ashen sangat senang dengan Aindra yang tak melupakan orang-orang baik yang telah menolongnya. “Sebenarnya banyak orang baik yang menolong saya. Koh,” ujarnya. “Ya, sudah. Cepat berangkat jangan kesiangan, salam untuk Pak Sueb dan Ibu Rokayah ya,” ujar Ashen dengan senyum di bibirnya. Aindra pergi menggunakan motor yang diberikan padanya. Ashen sudah mengijinkannya. Aindra akhirnya pergi membawa buah tangan berupa kue dan buah-buahan. Pemuda itu membutuhkan waktu sekitar empat puluh lima menit agar sampai ke rumah sepasang suami istri baik itu. “Assalamu’alaikum!” Aindra mengetik pintu

