Aku akan menunggu

2090 Kata

Diva mendudukkan tubuhnya di kursi yang tadi ditariknya. Ia melihat ke sekeliling cafe, tentu saja melihat begitu sepinya cafe itu hari ini, dan itu membuatnya heran, karena biasanya cafe itu selalu ramai pengunjung. Diva datang ke cafe itu karena permintaan Tegar. Ada hal yang ingin Tegar bicarakan dengannya. Tapi, sampai sekarang Tegar bahkan belum memperlihatkan batang hidungnya, hingga membuatnya curiga. Tegar jadi kesini gak sih? Atau dia hanya ingin mempermainkan aku? jangan bilang Tegar gak bisa datang. Diva melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah hampir setengah jam ia menunggu, tapi Tegar belum juga datang. Seorang pelayan datang menghampiri Diva sambil membawa makanan dan minuman. Diva tentu saja terkejut, karena setahunya ia belum memesan apapun di cafe itu. “Maaf, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN