Diva terkejut saat mendapati kamarnya dihuni oleh orang lain. Apalagi saat ia tau, orang itu adalah Jonathan. “Ma, kenapa Jonathan tidur di kamar Diva? Kan masih banyak kamar kosong di rumah ini!” kesalnya. Desy mengusap lengan putrinya, “karena kakak kamu ingin dekat dengan Jonathan, Sayang. Apalagi hanya kamar kamu yang dekat dengan kamar kakak kamu. Lagiankan hanya sementara waktu. Setelah kakak kamu menikah, Jonathan gak akan tidur di kamar kamu lagi.” Diva mendengus kesal, “Ma, sejak kapan Jonathan tinggal di kamar Diva? Kenapa Mama gak minta izin dulu sama Diva? Kamar itu ‘kan tempat privasi Diva, Ma.” “Baru tiga hari yang lalu, Sayang. Kalau kamu gak suka, biar nanti Mama minta Jo untuk pindah ke kamar tamu.” “Apa Jonathan masih harus tinggal di rumah ini?” Desy menganggukkan

