Setelah selesai mandi, Jonathan melangkah keluar dari kamar mandi. Semalam tidurnya sangat nyenyak. Apalagi ia tidur di ranjang wanita yang sangat dicintainya. Bahkan foto Diva dipeluknya dengan sangat erat. Jonathan yang baru selesai memakai pakaian kantornya, mendengar suara pintukan di pintu kamarnya. “Masuk,” sahutnya sambil meletakkan sisir di atas meja rias. Pintu itu terbuka dengan perlahan. Memperlihatkan wajah cantik Dina yang juga sudah terlihat segar pagi ini. “Pagi, Jo. Gimana tidur kamu tadi malam?” tanya Dina sambil bersandar di pintu. “Nyenyak.” Jonathan lalu mengambil tas kerjanya, ia lalu melangkah mendekati Dina yang masih berdiri diambang pintu. “Makasih ya, berkat kamu, aku bisa tidur di kamar Diva,” lanjutnya. “Hem, lebih baik kita sarapan. Mama dan papa pasti

