Ada seseorang yang memelukku dari belakang. Awalnya aku kaget, tapi aku kenal dengan wangi ini. "Sev... Aku kangen kamu tau..." ujarku sambil terisak. Pelukan lengan Sev makin erat memeluk pundakku. "Selama ini kamu kemana Sev?" Tidak ada jawaban, hanya suara gemerisik dedaunan. "Bi Yura sama Airi nyariin kamu tau..." ujarku sambil memegang lengannya. "Sev... Selama ini kamu tinggal dimana?" tanyaku, lagi. Aku takkan bisa berhenti bertanya. Sampai dia berbicara. Hening. "Kamu pergi, karena kamu jijik sama aku kan? Kamu gamau denger cerita aku Sev? Kenapa kamu tega Sev??" rancauku tak jelas. Dia hanya memelukku dan mencium puncak kepalaku. "Severus... Ngomong! Aku gamau kalo ini cuma mimpi!!" teriakku frustasi. Dia gatau apa kalo aku stress banget kepikiran sama dia? "Maafin

