Aku tertawa terbahak di gendongannya. Kami masih berlari, tapi sudah berada di luar sekolah. "Akhirnya bisa lolos juga." ujarku sambil tertawa. Severus menurunkanku dari gendongannya dan mengelap keringat yang mengucur di wajahnya. Kasian. Aku membantunya mengelap keringat di wajahnya. Kulihat dia tersenyum manis padaku. "Apaan sih Sev ngeliatinnya gitu banget…" ujarku. "Kamu manis banget sih By. Aku paling suka liatin mata kamu. Bulu mata kamu lentik, cantik. Belum lagi warna matamu--" Aku menutup wajahku. "Udaaah! Udaaah! Aku maluuu!!" teriakku. Sev hanya tertawa cengengesan. Membuatku ingin menjitak kepalanya. "Aku serius sayang. Kalo liat kamu itu gabisa lepas pandangan." ujar Sev sambil mengacak rambutku gemas. Doooh. Aku maluu!! Sev ini, bener-bener pinter bikin aku ga j

