13 : Pinky Promises

1371 Kata

Sehari setelah pemakaman ayah, aku ditemani oleh Sev mengurusi segala tetekbengek yang ditinggalkan oleh ayah. Seperti warisan, hutang, dan yang lainnya.  Yang membuatku terkejut adalah, ternyata ayah menyimpan tabungan yang kuyakin cukup untuk biaya pendidikanku sampai lulus kuliah nanti.  Ayah, ternyata selama ini dia begitu perhatian padaku..  Oh ya. Sebenarnya aku memutuskan untuk tinggal di apartemen yang cukup terjangkau pembayarannya. Tapi dilarang oleh Sev, Airi dan Bi Yura.  Makanya sekarang aku tetap tinggal di rumah Sev.  "Bella~ Aku kangen.." ujarku sambil memeluk Bella yang sedang duduk anteng di kursinya.  Dia balas memelukku erat dan tersenyum hangat.  "Turut berduka ya By, maaf aku gabisa dateng waktu itu. Lagi ga enak badan." ujarnya sambil nyengir.  "Gapapa kok Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN