Bab 27: His Brother

911 Kata

Saat aku menunggu Indra kembali, aku mendengar langkah kaki. Aku kira, itu Indra, tapi ternyata saat aku menoleh … ternyata itu Deeka.  Dia terlihat berjalan ke arahku dengan susah payah. Cara berjalannya lumayan berbeda, dia jelas terlihat kesulitan berjalan dengan normal.                 Aku pun bangkit berdiri, ingin menghampiri Deeka, tapi tangan bocah itu tiba-tiba terangkat seperti melarangku menghampirinya. Gerakanku pun akhirnya terhenti.                 Saat dia akhirnya berada di hadapanku, dia terlihat tersenyum lebar. “Apa kabar, Kak?”                 “Baik, kalau lo?” Mungkin aku terlihat jahat karena berani menanyakan kabarnya, di saat tahu ia jelas tidak baik-baik saja.                 “Baik juga, kok,” jawabnya tidak ragu. “Duduk yuk, Kak.”                 “Ah, iya.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN