Hari ini terasa sangat buruk untuk Naya. Perasaannya campur aduk. Apalagi semalam mimpinya sangat aneh dan membuat pikirannya tercecer ke segala arah. Pelajaran kedua tersisa tinggal 10 menit lagi, tapi rasanya 10 jam bagi Naya. Fokus Nay ... fokus ... Ranita yang melihat kegelisahan di raut wajah Naya oun menyikut lengannya. Membuat Naya refleks menoleh. "Lo kenapa?" bisiknya. "Nggak tahu. Tapi, firasat gue nggak enak, Ran." "Tentang Davi?" Dengan cepat Naya mengangguk. "Gue pengen keluar," ujar Naya kemudian. Ranita paham keluar apa yang dimaksud Naya. "Lima menit lagi, Okay?" "Ok," putus Naya akhirnya. Lima menit lagi, Nay. Lo cuman tinggal tunggu lima menit lagi, batinnya. Dan tepat saat jam pelajaran habis, Naya langsung bangkit dari posisinya dan berjalan ke luar,

