Restoran menjadi pilihan untuk bertemu dengan Yudi, Wijaya memesan ruangan untuk kami berdua berbicara. Hatiku berdebar menunggu kedatangan Yudi, tidak tahu harus berbicara apa nantinya tapi memang keinginanku untuk tahu semuanya. Sebelum bertemu dengan Yudi berkali-kali Wijaya menanyakan hal yang sama mengenai kesiapanku dan setelah meyakinkan diri aku langsung menyetujuinya. "Maaf lama menunggu" ucap Yudi membuyarkan lamunanku dan langsung duduk di depanku Yudi tidak banyak berubah dimana tampak sedikit lebih kurus dibandingkan sebelumnya serta beberapa bulu tipis di sekitar wajahnya, aku tersenyum menatap wajahnya yang selama ini menemaniku dalam keadaan apapun. Sekarang bukan wajah ini yang menemaniku dimana wajah pria tua yang selalu ada ketika aku buka dan tutup mata ketika malam h

