Arian Sakit

1221 Kata

Di kamar mandi, Shara mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu. Lalu berdiri di depan cermin wastafel, memandangi sekujur leher, pundak dan dadanya yang kini terlihat seperti kulit macan tutul. Bercak-bercak merah yang terasa agak sedikit nyeri terpatri dengan indah di permukaan kulitnya. Tentu saja ini adalah ulah suaminya, yang beberapa saat lalu memaksanya untuk melayaninya. Sebenarnya dari kejadian tadi siang, ada rasa lega dalam hati wanita itu ketika Arian sudah menyentuhnya. Akhirnya dia bisa membuktikan pada Arian, bahwa dia bukanlah perempuan murahan yang seperti dituduhkan kepadanya. Akhirnya dia bisa membuktikan bahwa dirinya adalah gadis yang masih benar-benar polos. Walaupun cara Arian salah melakukannya, tapi setidaknya hatinya bisa lega. Karena sekarang akhirnya dia bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN