Bab 18 Joshua tidak peduli hari sudah semakin larut, dia masih betah berada di sebuah taman yang sepi pengunjung. Sebuah taman yang orang selalu menganggap sebuah tempat mistis karena ada pohon beringin besar yang mengelilinginya. Namun bagi Joshua tidak begitu. Justru tempat seperti inilah yang nyaman untuk menenangkan pikiran. Joshua sadar tidaklah dirinya membenci sepenuhnya sosok Ben. Biar bagaimana pun dia adalah adik kandungnya. Joshua hanya tidak suka dengan perlakuan buruknya pada setiap wanita. Ah, bukan sepenuhnya salah Ben, melainkan para wanita itu tak jauh berbeda dari Ben yang lebih mengutamakan nafsu. Dari sekian wanita yang ia kencani tidak ada satu pun yang lolos dari jamahannya. Sungguh gila! Harusnya Ben sadar dia hidup di negara mana. Setidaknya lakukanlah pada satu

