Bab 25 Mengenai Sarah bisa sampai sepikun itu, lupa sedang haid di hari akhir, tidak lain karena Sarah terlalu syok dengan perlakuan Joshua yang kala itu memaksa melakukannya. Di atas ranjang, di bawah tubuh kekar milik Joshua, Sarah seperti menjadi tawanan yang siap menjadi santapan nikmat. Pikiran Sarah kacau. Tentu. Sarah menangis semalaman waktu itu. Dia terlalu polos dan lugu untuk menghadapi kekacauan yang ada. Belum lagi saat itu dia harus menghadapi cacian dari Ben yang memilih mengakhiri hubungan. Kalau ditanya masih kesal atau tidak, tentu Sarah masih sangat kesal. Namun, setelah bicara banyak dengan Mama, Sarah jadi tahu tujuan Joshua melakukan hal itu. "Kenapa Mama baru cerita?" tanya Sarah dengan wajah cemberut. Mita mengusap pundak Sarah. "Mama hanya ingin kamu mengerti

