6. cemburu

1356 Kata
Begitu indah nya kebersamaan kami, aku dan mas putu ternyata kami sudah sangat nyambung dalam segala hal. Walaupun usia ku jauh di bawah usia nya tapi aku bisa mengimbangi setiap perkatan nya, hingga di suatu hari iin teman sekolah ku menghubungi ku. " wirda, aku punya berita untuk mu ?" Kata iin lewat sambungan telphone nya. " berita apa sich, serius amat !" Tanya ku sambil terkekeh mendengar nya. " kamu tahu kan mbak fera istri nya mas heru ?" Tanya iin lagi. " iya, tahu aku. Memang nya kenapa ?" Tanya ku lagi. " kamu pernah ndak dengar kejadian waktu dia ketahuan suami nya lagi making love dengan teman suami nya ?" " apaan sich kamu ini, ngomong apa aku ndak ngerti !" " kamu tahu ndak, mbak fera itu hyper s*x. Dia suka grepe-grepe dengan teman suami nya ?" " masa sich ?" Tanya ku tidak percaya. " iya, masa aku bohong ! Lah pacar ku kan polisi teman nya suami mbak fera, maka nya aku bisa tahu cerita nya ." Iin menjelas kan kepada ku. " terus hubungan nya apa dengan ku ! Kok kamu lancar benar ceritain nya ke aku ? Please dech in, aib orang loh say !" Sungut ku. " kamu tuch oon, jelas ada lah hubungan nya dengan mu kalau aku sampai menelphone kamu say !" Dengus iin tak mau kalah dari seberang sana. " lahh !!" " nich dengerin, si mbak fera itu suka sama beli putu mu itu !" Teriak si iin mengaget kan ku. " huss, jangan ngaco kamu ! Entar kalau ndak bener, jatoh nya fitnah loh say ." Aku mencoba mengingat kan iin. " ihhh, kamu ini say. Aku ndak bohong loh, dia pernah ngedekatin beli putu mu tapi ndak pernah di gubris oleh beli putu mu itu. Sampai akhir nya dia merayu adek nya beli putu si komang, waktu itu pas adek nya ada main kesini. Lah mereka kan tinggal nya di asrama, akhir nya yach kejadian antara adek nya dan mbak fera ." Semakin semangat si iin bercerita, tapi cerita nya kali ini sungguh bisa mempengaruhi ku. Bagaimana d**a ku tidak panas mendengar nya, ok lah mas putu sudah menolak nya tapi kan mereka tinggal di asrama yang sama hanya berbeda dinding saja ! Bagaimana kalau terjadi kejadian seperti yang di sampai kan oleh iin kepada ku, ini tidak bisa di biar kan. " hallo..hallo..wirda, kamu masih mendengar ku ?" Suara si iin menyebut nama ku dari seberang sana. " iya, masih in. Makasih yach informasi nya ! Ehh in, aku mau antarin mama ku dulu nich ke warung depan in, sudah dulu yach in, soal nya aku sudah di tungguin !" Kata ku menutup pembicaraan kami. " ok say, nanti kalau ada berita lagi aku kasih kabar yach say !" Kata iin lagi. " ok in, makasih y ! Bye !" " bye..byee.." aku pun menutup telphone ku. Hati ku sudah semakin tidak tenang mendengar cerita dari iin, apa betul si mbak fera pernah ngungkapin cinta ke mas putu tapi di tolaknya ? Apa betul karena itu adek nya mas putu yang di grepe-grepe oleh mbak fera ? Kalau benar demikian, sungguh sangat tidak bermoral nya perempuan tersebut. Masa sudah punya suami ko masih sering tidur dengan laki-laki lain, apa si mbak fera ini tidak pernah di ajarin agama oleh orang tua nya ? Aku harus bertanya kepada mas putu kalau dia datang nanti, aku harus tahu sebenar nya apa yang pernah terjadi di antara mereka. Semoga cerita yang sebenarnya tidak seseram yang ku dengar dari yang iin sampaikan kepada ku, ku lihat jam di dinding sudah pukul 5 sore. Aku pun bersiap untuk mandi sore dan menunggu kedatangan mas putu. Selesai sholat isya, mas putu pun datang dan meminta ijin kepada mama untuk membawa ku keluar menemani nya makan. Sesampai nya di rumah makan setelah selesai memesan makanan, aku pun mulai bertanya : " mas !!" Panggil ku pelan. " iya yank, ada apa ?" Tanya mas putu sambil memandangi ku. " ada yang mau aku tanya kan pada mu mas ? Tapi aku mau kamu bercerita secara jujur kepada ku !" Kata ku sambil melihat ke arah nya. " kamu mau tanya apa ?" Di raih nya tangan ku dan di kecup nya. " apa pernah, kamu ada kejadian dengan si mbak fera ?" Tanya ku sambil menarik tangan ku dari genggaman nya. " kejadian apa sich yank ?" Mas putu yang balik menanyai ku, sambil merapikan helai rambut ku ke telinga. " kan ndak perlu juga sampai aku harus bercerita secara rinci mas ! Kan kamu lebih tahu lagi kejadian nya ." Ucap ku ketus. " apa yang kamu sudah ketahui yank ? Katakan saja, biar aku juga mengetahui nya ?" Tenang sekali ucapan nya mas putu. " mas !!" " apaa !!" Duhh geram nya hati ku, melihat sikapnya yang begitu tenang nya dalam menghadapi pertanyaan ku. " dengerin sini yank ! Apa yang sudah kamu dengar itu, aku tidak tahu tapi yang ku tahu aku tidak pernah ada hubungan apa pun dengan mbak fera. Lah, suami nya kan teman ku ! Masa aku mengkhianati teman ku sendiri, hanya orang gila saja yang bisa berbuat hal seperti itu. Sudah lah, ndak usah kamu berpikiran yang macam-macam ! Tak usah dengerin omongan orang yang tidak penting yank ! Percaya lah pada ku ." Ujar mas putu sambil membelai pipi ku. " bagaimana aku ndak kepikiran mas ? Kamu aja tinggal nya deketan dengan mereka, kalau suami nya lagi dinas dan mbak fera ini sendirian terus macam-macam dengan kamu bagaimana ? Ibarat kucing kalau di kasih daging, mana nolak dia mas ??" " kalau ndak nolak, itu nama nya kucing kampung yank ! Hehehe.." kata mas putu sambil terkekeh. " endak lucu mas, aku serius lohh ??" " terus aku harus bilang apa sama kamu yank ! Masa kamu ndak percaya sama aku sich ? Jangan bilang kamu cemburu ? Yesss !" Sorak mas putu kegirangan, aku yang geram melihat tingkah nya. " ihhh mas !!" Ku cubit pinggangnya dengan kencang. " aduuhh yank !! Sakit yank !!" Kata nya sambil menarik ku ke dalam dekapan nya. " rasain ." " kok tega sich ? Percaya lah yank dengan ku ." Kata nya bersungguh-sungguh, sambil terus mendekap ku. " kalau aku mau dengan mbak fera, sudah dari kemaren-kemaren yank aku dapatin ! Lagian aku bukan tipe laki-laki yang suka merebut milik orang, percayalah padaku ! Tidak akan pernah ada yang terjadi sama aku dan mbak fera ." " dengan cara apa supaya kamu ndak cemburu lagi yank ?" Ucap nya sambil membelai lembut rambut ku. " kalau kamu mau, malam ini juga aku bisa menikahi mu, biar kita bisa tinggal bersama seterus nya !" Aku hanya terdiam mendengar nya. " aku bisa berkhitan dan bersyahadat dan menikahi mu sekarang juga, kalau kamu meng iya kan nya !" Di angkat nya kepala ku dan menatap kedua mata ku. " bagaimana bisa mas, apa kah keluarga mu juga bisa merestui nya jika hal itu benar terjadi ?" Tanya ku balik kepada nya. " kita bisa menutupi nya yank, toh kita kan nanti nya tidak akan tinggal di tempat kelahiran ku ! Hanya setelah menikah nanti, aku akan membawa mu ke sana dan mesti kita akan di suruh mengelilingi api suci seperti ajaran ku. Apa kamu bersedia mengikuti nya yank untuk menghilang kan keraguan di hati keluarga ku ?" Pertanyaan yang sangat sulit untuk ku jawab, karena sudah mendekati kepada keyakinan dan itu bagi ku tidak bisa untuk dipermainkan. Bagaimana mungkin kamu bersyahadat dan sebaliknya aku juga ikut mengelilingi api suci di tempat mu mas ? Kata hati ku sangat menolak nya. " biar lah kita berjalan dengan alami saja mas saat ini !" Kata ku sambil menarik diri dalam pelukan nya. " kalau pun takdir menentukan kita harus berjodoh maka itu sesuai dengan 1 keyakinan saja mas, biarlah saat ini kita dekat dengan cara kita saja seperti saat ini mas !" Ucap ku sambil memeluk diri ku sendiri. " tapi kamu harus yakin yach wir, aku sangat mencintai mu !" Ucap mas putu sambil kembali menarik tangan ku dan mengecup nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN