Di waktu yang sama, Hiroto, Akio dan Magine dijemput Sakurai di depan pintu masuk markas. Wanita itu mendelik ke Hiroto yang memakai topeng burung hantu. “Kenapa kau pakai topeng jelek itu? Dan juga kenapa jaketnya kebesaran sekali, kau terlihat seperti ubur-ubur.” “Axel-sama bilang keberadaanku tidak boleh diketahui siapa pun yang tidak punya kaitannya dengan markas,” tutur Hiroto yang juga tidak begitu nyaman memakai topeng. “Baiklah, terserah. Cepat masuk mobil.” Mereka bertiga masuk ke mobil hitam Sakurai. Akio duduk di sebelah si pengemudi sementara Hiroto dan Magine di belakang. Remaja laki-laki itu terlihat yang paling antusias karea sudah seminggu lebih tidak keluar di siang hari tanpa merasa was-was seperti dulu. “Hiroto-kun sudah tidak bersekolah lagi, ya?” tanya Sakurai, ise

