“Biarkan dia sendiri, Toshi-san.” Axel menghela napas panjang. “Aku tak percaya sikapnya masih seperti itu di usia dua puluh lima.” Toshi duduk bersila, memasukkan kembali jimatnya. “Aku tidak akan melawanmu selembut dulu,” ancamnya ke Enma. “Ohoooo, aku jadi tertarik untuk mencoba,” sarkas Enma. “Enma, kau tidak keluar untuk mencari masalah, kan?” lontar Axel yang ingin iblis itu tuk serius. “Itu jelas Majin. Sepertinya dia sudah menemukan cara masuk ke tubuh manusia. Entah bagaimana bisa si d***u itu kepikiran. Dari pada berbincang panjang, lebih baik kalian cepat kejar dia,” kata Enma. “Ya, memang, tapi belum ada informasi lagi dari polisi. Setelah sampai di stasiun Tokyo, dia berjalan lalu menghilang. Polisi setempat masih memeriksa seluruh kamera pengawas di sekitar stasiun,” lon

