Chiyo menggeser pintu ruang inap dengan kasar, Kazan dan Hiroto yang berseteru di dalam langsung bungkam. Manik mata perempuan itu berbinar. “Enma-sama ....” “ ‘sama’? Kenapa mendadak kau menghormati dia?” tukas Kazan. Chiyo melempar diri ke Hiroto, membuat mereka berdua terjungkal ke belakang. Hiroto memekik begitu Chiyo memeluk dirinya sangat erat seperti bantal guling. “C-ch-chi-chiyo-senpai!” “Tuan Enma, ini aku!” Mendengar suara Jagi dari Chiyo, Enma langsung mengambil alih. “JAGI?” serunya yang langsung bangkit, meraih wajah perempuan itu. Jagi menunjukkan manik hijau neon terang yang biasa dimiliki iblis, lalu kuku hitam panjang yang lentik dan suara wanita dewasa milik iblis angsa hitam. “Aaaah, Hebatnya! Kau langsung tau!” “KENAPA KAU MASUK KE SANA?” Kazan menatap ngeri Chi

