62. Kebenaran Yang Terpendam

859 Kata

Satu jam kemudian, ruang tamu pribadi di sisi timur Mansion Wolfe telah disiapkan dengan rapi. Langit Portofino kini berangsur mendung, seolah ikut merasakan beratnya atmosfer yang akan menyelimuti pertemuan itu. Dominic berdiri di dekat jendela besar, matanya menatap kosong ke taman yang mulai diterpa angin. Suasana sunyi di dalam ruangan itu membuat segalanya seolah membeku, hingga kemudian terdengar suara langkah sepatu berhak tinggi yang memecah keheningan. Clarissa Blaine masuk dengan langkah tegas dan aura dingin yang menggantung kuat di udara. Ia tampak anggun, namun kaku dalam balutan mantel wol panjang berwarna abu, Rambut hitamnya yang agak pendek diikat rapi ke belakang. Dan sorot matanya… seperti menyimpan dendam. “Clarissa,” sapa Dominic singkat. Ia berbalik dan meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN