Di Percepat

1170 Kata

~Author POV~ Seorang pemuda termenung di bangku taman RS. Tatapan matanya kosong, dia terlihat seperti raga tanpa jiwa. Ya! dia Vino. Wajahnya sangat kusut, terlihat jika dia sedang menanggung beban yang sangat berat. Sedangkan di tempat lain. "Bunda duluan aja ya, Adin mau kesana dulu." ucap Adin sambil menunjuk ke arah taman. Bundanya mengikuti arah pandang Adin, senyumnya melebar. "Yaudah, bunda duluan ya, kamu hibur dia!" bundanya mengusap pundak Adin pelan, kemudian meninggalkannya. Adin berjalan perlahan mendekat ke arah Vino, kemudian duduk disampingnya. Sebelum berkata ia menarik napas panjang. "Aku tau ini berat buat kakak," Vino menoleh, wajahnya sarat akan kesedihan. Dia kembali menunduk tanpa berniat bercerita. Adin tidak pernah melihat seorang lelaki yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN