Bab. 23 Pergi

1000 Kata

"Tuan Kevin tidak pernah menyentuh saya Mas," jawab Mela berbohong baginya kejadian itu cukup ia, Mbak Ning dan Kevin saja yang tahu. "Baguslah." Reno menanggapi dengan lega. Ia tidak menyadari perubahan wajah Mela. Mela kemudian menyeruput teh manis untuk meredam perasaannya yang bergejolak. Wanita itu pun tidak mau membahasnya lagi dan segera mengalihkan pembicaraan dengan bertanya, "Mas Reno sudah salat subuh?" Reno tampak mengangguk kecil, sejak mengenal Mela salatnya tidak pernah bolong lagi, meskipun semalam habis minum. Itu karena hanya menghargai Deo saja. Memang menjadi orang baik itu tidak mudah, semua perlu proses. "Saya tinggal dulu ya, mau bikin sarapan buat Tuan Kevin," ujar Mela yang segera beranjak. Sebenarnya ia sedang menutupi kegundahan hatinya agar Reno tidak curi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN