Bab. 32 Praduga

1068 Kata

Ketika Mela sedang menarik laci meja untuk melihat foto siapa, tiba-tiba ponselnya berdering. Wanita itu dengan spontan segera mendorong laci meja. Jantungnya berdetak sangat cepat karena takut dimarahi oleh Kevin. Ia mengeluarkan ponselnya dan tampak lega. Ternyata adiknya di kampung yang menghubungi. [Assalamualaikum .., Teh,] ucap Jaka dari seberang sana. [Waalaikumsalam .., ada apa?] Mela menyahuti dengan heran karena tidak biasanya Jaka menelepon sepagi ini. [Teteh kapan pulang? Ada yang mau kami tanyakan penting,] tanya Jaka yang sudah rindu untuk bertemu langsung dengan kakaknya. [Nanti ya, sekarang Teteh lagi kerja. Kalau mau tanya bicara saja sekarang!] sahut Mela sambil berseru. [Janji ya jangan marah! Apa benar Teteh di Ibukota kerja jadi wanita malam?] tanya Jaka yang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN