Bab. 81 Rindu Bertepi

1510 Kata

Kevin langsung menuju ke Bogor ketika mendapat telepon dari Kinan. Tentu ia tidak lupa membeli kado untuk putrinya tercinta. Pria itu tampak tertegun ketika melihat sebuah rumah yang sederhana yang jauh dari kata mewah. Sangat kontras sekali dengan kehidupan Kevin yang glamor. Baru saja langkah Kevin masuk ke teras, dari dalam rumah Kinan berlari menyambut ayahnya dengan girang. "Papah Malsha," panggil Kinan sambil menghambur ke arah pria itu. Kevin tampak menyambut dengan senangnya. Mendengar panggilan yang dikatakan Kinan. Itu berarti Mela tidak mengikis jarak di antara mereka. "Hai sayang, kamu nungguin papah ya?" sapa Kevin sambil mencium pipi cuby itu. "Iya, Papah bawa apa?" tanya Kinan ketika Melihat Jeki menenteng beberapa paper bag. "Mainan dan boneka buat Kinan," jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN