51. Kehampaan

2417 Kata

"Ma, Luna sudah menjalankan semua perintah Mama. Bahkan berhasil meyakinkan Pakuwon agar tetap menjalin kerja sama dengan Palma. Lantas, kenapa Luna pada akhirnya tetap dipisahkan dari Kendra?" Liliana menyeringai sinis ke arah Luna. Walaupun jelas terlihat menantunya itu menunjukkan raut sedih, ia tidak sedikit pun perduli apalagi berubah menjadi iba. Keputusan Liliana sudah bulat. Ia ingin putra dan menantunya itu menjalani hukuman sebagai konsekuensi atas kecurangan yang mereka berdua buat sebelumnya. "Pilih pisah sementara, atau pisah selamanya? Keputusan ada di tanganmu sendiri, Luna." Luna langsung menggeleng keras. Membawa tangannya, kemudian meraih pergelangan tangan Liliana, berusaha merayu mertuanya tersebut. "Jangan, Ma. Luna mohon jangan pisahkan Luna dan Kendra selamanya."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN