53. Kelegaan

2509 Kata

Luna hanya mampu merenungi nasibnya saat ini. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain makan, tidur, melamun, menonton televisi yang tidak ia pahami bahasanya, atau menunggu kedatangan Erwin yang memang selalu singgah di saat sarapan atau jam makan malam. Namun, dari semua kegiatan itu, menunggu Erwin mungkin yang paling menyenangkan. Setiap datang, entah apa-apa yang pria itu bawa. Belum lagi kedatangan pria itu membuat Luna jadi punya teman bercerita. Karena jujur saja, lebih nyaman berkeluh kesah dengan Erwin ketimbang mengadu pada Rachel yang jelas-jelas ditugaskan menjadi asistennya selama berada di Korea. Hari ini misalnya, sedari pagi, Luna hanya memilih untuk berdiam diri di kamar sampai bosan. Baru saat jam makan siang ia mau tidak mau keluar kamar karena dipaksa untuk menyantap hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN