Beberapa saat berselang setelah membaca berita yang asistennya sodorkan, handphone Kendra tak hentinya berdering. Entah siapa-siapa yang menghubunginya saat itu. Beralih pada Randa dan Bimo yang masih berada di ruang kerjanya, mereka bertiga terlihat memutar otak. Berpikir dengan cermat sekaligus hati-hati. Tentu saja ingin menentukan langkah apa yang harus diambil mengingat berita tersebut pasti akan menimbulkan kehebohan yang besar. "Bimo, tolong panggil Luna dan minta dia segera untuk berkumpul bersama kita di sini." Bimo langsung menjalankan apa yang Kendra perintahkan. Hanya berselang satu menit, Luna sudah berdiri di hadapan Kendra. "Ada apa, Pak?" tanya Luna penasaran. Melihat wajah ketiga pria di sekitarnya tampak tegang, Luna tentu saja bertanya-tanya, hal apa sebenarnya yang

