Bab 65

1089 Kata

"Mas," ucap Arin lirih. Menyebut kedatangan Fachri di ruang rawat Aisya. Arin yang tampak putus asa, tentu saja membuat Fachri semakin bingung dengan langkah yang harus diambil. Karena disini Mayang ada lawan terbesar baginya. "Kita bicarakan ini di luar!" ajak Fachri. Memeluk dan menuntun Arin untuk keluar dari ruangan Aisya. Ada banyak kabar buruk yang akan disampaikan Fachri, tidak baik rasanya jika dibicarakan di ruangan Aisya. Takut adik iparnya itu mendengar apa yang mereka bicarakan. Bukannya menyelesaikan masalah, yang ada malah mempersulit keadaan. "Mayang dibalik hilangnya Zidan. Dan aku kesulitan untuk melacak di mana dia berada. Bukan hanya itu, Mayang juga menantang untuk berperang denganku," keluh Fachri. "Aku harus mengambil resiko besar jika ingin memperjuangkan Aisya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN