"Untuk apalagi kamu mengajak aku bertemu? Kamu tidak lihat, apa? Pekerjaanku masih banyak dan menumpuk. Lepas dari kampus bukan berarti pekerjaanku hanya duduk dan goyang-goyang kaki saja," keluh Fachri. Mendudukkan bokongnya di sofa. Rasanya saat ini ia ingin marah dan mengusir Mayang dari hadapannya. Setelah apa yang dilakukannya beberapa bulan yang lalu. Melindungi Zidan agar tidak perlu bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya terhadap Aisya. Hingga kini Aisya harus bersembunyi dari dunia luar, dengan kandungan yang makin membesar. Enam bulan semenjak Aisya masuk rumah sakit dulu, kini ia tinggal menanti minggu-minggu terakhir sebelum menjadi ibu. Arin pun sudah bersiap dengan kehamilan palsunya, untuk menjadi ibu bagi anaknya Aisya. Hal ini tidak ada yang tahu kecuali kedua o

