"Padahal selama ini Mami suka sama dia. Apalagi saat dia memperlakukan Mayang. Begitu lembut dan romantis. Tapi, nyatanya dia jauh lebih hina daripada seekor binatang. Bisa-bisanya menjebak Arin hanya untuk membuktikan apakah dirinya mandul atau tidak. Tahu istrinya hamil, malah menghilang begitu saja." Berkali-kali Rosita mengumpat Zidan yang tidak pantas disandingkan dengan manusia. Ia benar-benar kecewa karena selama ini memuja sosok Zidan yang sangat sayang kepada Mayang. Tanpa tahu ada Arin yang kini harus menanggung beban sendirian. Beruntung putra bungsunya masuk ke dalam hidup Arin dan menjadi penyelamat. "Papi rasa apa yang dilakukan Zidan tidak cukup sampai disitu. Sampai-sampai kamu nekad untuk jujur tentang masalah Arin kepada kami." Sang ayah membuka suara. Setelah cukup

