Bab 41

2026 Kata

"Mas Fachri!" seru Aisya. Segera menyusul langkah Fachri, yang baru saja keluar dari kamar miliknya. Gadis itu tampak merapikan rambutnya terlebih dahulu sebelum benar-benar dekat dengan Fachri. "Mas. Ayah sama ibu sudah menyetujui aku untuk kuliah di Bandung. Tapi, syaratnya harus di universitas tempat Mas mengajar." Meremas ujung blouse yang dikenakannya. "Eemmm … kalau boleh aku tahu, apa saja syarat yang harus dipenuhi, Mas. Dan kapan pendaftaran mahasiswa barunya dibuka?" Fachri menarik kedua sudut bibirnya. "Minggu depan. Nanti aku kirimkan lewat pesan singkat apa saja yang dibutuhkan untuk masuk ke sana. Ada lagi?" tanya Fachri. Kurang nyaman dengan keberadaan Aisya disaat pikiran dan hatinya dalam kesadaran tidak tenang seperti sekarang. Aisya menggeleng cepat. Berusaha baik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN