Arin melirik Fachri yang tengah mengotak atik ponselnya. Setelah ia memberitahu apa nama kontak ayahnya di kampung. Seakan tidak ingin membuang waktu, pagi ini Fachri tiba-tiba menanyakan nomor tersebut. Padahal mereka baru semalam pulang dari rumah sakit dan Fachri tentu saja baru selesai beres-beres unit rusun untuk menyambut kepulangannya dan si buah hati. Seakan tidak ada lelahnya, Fachri malah membicarakan tentang hari pernikahan mereka berdua. Menurut Arin pernikahan mereka tidak perlu terlalu mewah, mengingat puluhan juta telah melayang untuk membayar biaya rumah sakit. Ruang rawat kelas VIP, tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sangat tidak tahu diri jika ia malah ingin pesta pernikahan yang sangat meriah. Tapi, sayangnya Fachri malah mengatakan ia harus diam dan lihat

