"Sebelum balik ke Bandung, sepertinya enak nih, kalau kita mampir di tempat kuliner atau wisata gitu," celetuk Rosita. Saat mobil yang mereka tumpangi mulai membelah jalan raya. Setelah makan siang mereka semua mulai bergerak menuju kota Bandung dan menyerahkan seluruh persiapan kepada keluarga Arin. Tentu saja dengan meninggalkan sejumlah uang dan kartu debit agar mempermudah mereka untuk mempersiapkan segala sesuatunya. "Sebaiknya jangan, Mi. Via umurnya masih terlalu kecil untuk dibawa kesana kemari. Lagi pula besok Arin harus pergi ke kampus untuk mengurus kuliahnya. Aku tidak mau mereka berdua kelelahan dan malah jatuh sakit. Sedangkan beberapa hari lagi adalah hari pernikahan kami berdua." Fachri langsung saja menolak keinginan sang ibu. Bukannya apa, ia tidak ingin ada yang melih

