Rio: Dara, aku ingin kamu tahu betapa besar cintaku padamu.
Dara: (tersenyum) Aku juga merasakan hal yang sama, Rio. Kamu begitu istimewa bagiku.
Rio: (mengambil tangan Dara) Dara, aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu. Aku ingin membangun masa depan yang cerah bersama-sama.
Dara: (terharu) Rio, aku sangat bersyukur memiliki kamu di hidupku. Aku juga ingin membangun masa depan yang indah bersama kamu.
Rio: (mencium kening Dara) Aku janji akan selalu mencintaimu, menghargai kamu, dan selalu ada untukmu.
Dara: (membalas ciuman Rio) Aku juga akan selalu mencintaimu, Rio. Bersama-sama kita bisa mengatasi rintangan dan membangun hubungan yang kuat.
Rio harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis dan Dara merasa sangat sedih. Mereka sepakat untuk tetap berhubungan meskipun jarak memisahkan mereka.
Rio dan Dara duduk berdua di sofa, wajah mereka dipenuhi oleh ekspresi sedih.
Rio: (menggenggam tangan Dara) Aku tahu rasanya harus meninggalkan kamu sebentar, tapi aku harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis.
Dara: (tersenyum pahit) Aku tahu, tapi aku sangat sedih harus merelakan kamu pergi.
Rio: (menyentuh pipi Dara) Jangan khawatir, Dara. Kita akan tetap berhubungan meskipun jarak memisahkan kita. Aku akan selalu menghubungi kamu setiap hari dan kita bisa berbicara melalui video call.
Dara: (tersenyum tipis) Terima kasih, Rio. Aku akan sangat merindukanmu.
Rio: (mencium kening Dara) Aku juga akan merindukanmu. Tapi ingatlah, kita akan selalu bersama meskipun jarak memisahkan kita.
Dara: (mengangguk) Aku mengerti, Rio. Aku akan menunggu kamu pulang dengan sabar.
Rio: (tersenyum lembut) Aku yakin kamu bisa melakukannya. Aku janji akan segera kembali dan kita bisa bersama lagi.
Dara: (membalas senyum Rio) Aku akan selalu menunggu kamu, Rio.
Dara merasa kesepian tanpa Rio di sisinya dan sering merindukannya. Namun, dia menyadari bahwa dia harus tetap fokus pada pekerjaannya dan menjalani hari-harinya seperti biasa. Rio juga merindukan Dara dan mengirim pesan setiap hari untuk memberitahunya betapa ia merindukan dirinya.
Dara terus berusaha untuk menjalani hidupnya seperti biasa, tetapi rasa rindu pada Rio membuatnya merasa sulit untuk berkonsentrasi. Setiap kali dia memainkan lagu-lagu di piano, dia merasakan kesepian yang mendalam. Suatu hari, ketika dia sedang bersiap-siap untuk tampil di restoran, dia mendapat pesan dari Rio.
Rio: Hey, sayang. Apa kabarmu hari ini?
Dara: Hii, Rio. Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu?
Rio: Aku merindukanmu, sayang. Bagaimana denganmu?
Dara: Aku merindukanmu juga, Rio. Rasanya sangat sulit menjalani hari-hari tanpamu di sampingku.
Rio: Aku tahu, sayang. Aku juga merasa sama. Tapi kita harus tetap kuat dan saling mendukung satu sama lain.
Dara: Aku akan mencoba, Rio. Tapi kadang rasa rinduku begitu kuat hingga membuatku sulit untuk berkonsentrasi.
Rio: Aku mengerti, sayang. Tapi kamu harus tetap fokus pada pekerjaanmu dan jangan biarkan rasa rindumu menghalangi karirmu.
Dara: Kamu benar, Rio. Aku akan mencoba yang terbaik.
Rio: Bagus, sayang. Aku selalu mendukungmu.
Dara: Terima kasih, Rio. Aku juga selalu mendukungmu.
Meskipun Rio tidak ada di sampingnya, percakapan itu membuat Dara merasa lebih baik. Dia tahu bahwa Rio selalu ada untuknya, meskipun jarak memisahkan mereka. Selama beberapa minggu, mereka tetap berkomunikasi melalui pesan dan panggilan video. Mereka berbicara tentang segala hal, dari pekerjaan hingga harapan dan impian mereka.
Namun, suatu hari ketika Rio sedang di luar kota, Dara mendapat kabar buruk. Ibunya yang tinggal jauh dari kota Dara sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dara merasa bingung dan takut, dia ingin Rio ada di sampingnya untuk memberikan dukungan. Namun, dia tahu bahwa Rio tidak bisa datang karena urusan bisnis yang penting .
Dara sangat khawatir dengan kondisi ibunya yang sakit. Dia merasa sedih dan terisolasi karena tidak memiliki siapa pun untuk menemaninya selama ini. Dara mencoba untuk menghubungi Rio, tapi dia tidak bisa dihubungi karena sinyal telepon yang buruk.
Dara merasa putus asa dan terpuruk. Dia tidak tahu harus berbuat apa dan merasa sendirian. Kemudian, dia mengambil keputusan untuk pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk ibunya meskipun harus berjuang dengan kondisi cuaca yang buruk. Dara merasa khawatir karena cuaca buruk bisa membuat perjalanannya menjadi lebih berbahaya.
Setelah beberapa jam perjalanan, Dara tiba di rumah sakit tempat ibunya dirawat. Dia segera masuk ke dalam kamar ibunya dan menemukan bahwa kondisinya masih kritis. Dara merasa sedih dan terpukul oleh kondisi ibunya, tapi dia bertekad untuk tetap kuat demi ibunya.
Dara menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit untuk merawat ibunya dan menemani selama masa penyembuhannya. Namun, dia merasa kesepian dan merindukan kehadiran Rio. Dia tahu bahwa Rio akan membantunya jika dia ada di sana.
Dara mengirim pesan kepada Rio untuk memberitahunya tentang keadaan ibunya dan meminta dukungannya. Rio mengirim balasan dan memberi dukungan kepada Dara. Dia mengatakan bahwa dia akan datang secepat mungkin untuk membantu Dara dan keluarganya.
Dara sangat terharu dengan kata-kata Rio dan merasa lega bahwa dia akan segera datang. Meskipun begitu, Dara masih merasa cemas dan gelisah tentang kondisi ibunya. Dia terus menelepon dan mengirim pesan kepada keluarganya untuk mengetahui kabar terbaru.
Beberapa hari kemudian, Rio akhirnya datang ke rumah Dara. Dia membawa buket bunga dan beberapa buah buah-buahan segar untuk keluarga Dara. Dara merasa sangat senang melihat Rio dan segera memeluknya.
Setelah berbicara dengan keluarga Dara, Rio mengatur untuk membantu membawa ibu Dara ke rumah sakit yang lebih baik. Dia juga membantu mempersiapkan keperluan rumah tangga dan membantu menjaga rumah. Rio benar-benar menunjukkan dukungannya pada Dara dan keluarganya di saat-saat sulit.
Dara merasa sangat bersyukur atas kehadiran Rio di sisinya di saat-saat sulit seperti ini. Mereka bekerja sama untuk merawat ibu Dara dan mengurus rumah tangga. Dara merasa terharu melihat betapa Rio sangat peduli dan perhatian pada keluarganya.
Beberapa hari kemudian, ibu Dara akhirnya sembuh dan bisa pulang ke rumah. Dara dan keluarganya sangat berterima kasih atas semua bantuan yang diberikan Rio selama ini. Dara merasa semakin mencintai Rio setiap hari karena sikapnya yang baik dan perhatiannya yang tulus.
Ketika Rio harus kembali ke kota untuk urusan bisnisnya, Dara merasa sedih dan merindukannya. Namun, kali ini Dara tahu bahwa dia bisa menghadapi semua tantangan yang ada, karena dia memiliki seseorang yang selalu ada di sisinya dan mendukungnya.
Rio dan Dara terus menjalani hubungan jarak jauh, tetapi kali ini dengan lebih kuat dan lebih solid. Mereka belajar untuk saling mempercayai dan memahami kebutuhan satu sama lain. Ketika Rio akhirnya kembali ke kota, mereka merayakan pertemuan mereka dengan sebuah dinner romantis di restoran tempat Dara bekerja.
Setelah itu, Rio dan Dara terus bersama dan berjuang untuk menjaga hubungan mereka. Mereka melewati banyak cobaan dan rintangan, tetapi mereka tahu bahwa mereka bisa menghadapi semuanya jika mereka bersama. Akhirnya, setelah beberapa tahun, Rio melamar Dara dan mereka pun menikah dengan penuh cinta dan kebahagiaan.
Kisah cinta Rio dan Dara adalah bukti bahwa hubungan yang kuat bisa melewati segala rintangan dan tantangan. Mereka belajar untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain, bahkan dalam situasi yang sulit. Kehadiran satu sama lain memberikan mereka kekuatan untuk melalui setiap rintangan yang datang dalam hidup mereka.