MEMUTUSKAN waktu kematian sendiri bukan perkara mudah. Andai Amanda punya kesempatan mundur, sudah pasti ia akan melakukannya. Tapi sayangnya ia tidak punya pilihan lain. “Malang sekali nasibmu. Terlahir dari hubungan yang salah, kehilangan seorang ayah dengan cara mengenaskan, dan sekarang? Hahaha, tidak ada orang yang peduli jika kamu mati.” Raja Felipe berucap sarkas pada Amanda yang hanya bisa terdiam. Setelah menyerahkan diri dan memohon pada Raja Felipe agar tak mengusik kehidupan Juliet, kini mereka berdua sudah ada di area pembantaian—tempat Amanda akan dieksekusi mati. Gadis itu duduk di kursi dalam kondisi kedua tangan terikat. Seorang penembak jitu telah menunggu Amanda beberapa meter di depan yang nantinya bertugas sebagai algojo. Sementara Raja Felipe duduk di kursi singgah

