WAKTU senja kala itu, Chloe menikmati kesendiriannya di atap gedung universitas Texas sambil menggambar sketsa wajah Victor di buku gambar yang selalu dia bawa. Tidak terasa sudah tiga bulan berlalu sejak terakhir kali ia bertemu Victor di acara OLIEFEB. Akhir-akhir ini Victor mulai sibuk dan intensitas komunikasi mereka lewat telepon menjadi berkurang. Namun meski begitu, tak bisa Chloe pungkiri jika ia selalu menantikan kabar dari Victor setiap jam dan harinya. Sesak di dadanya akibat menahan rindu sedikit terobati berkat desauan angin semilir yang berembus menyejukkannya. Menerbangkan helai rambut panjang Chloe hingga menutupi sebagian wajah. Chloe menyelipkan rambutnya di belakang telinga lalu mendongak ke atas langit oranye dengan semburat merah keunguan. Sungguh pemandangan senj

