Tiba di tempat ia bekerja, Daren menghubungi Kayra lewat sambungan telpon. Mengetahui jika Elisa diantar oleh pria yang menyebalkan baginya, ia pun sedikit khawatir. Ia tidak mau kalau sampai Kayra pun bertemu dengannya. "Halo, sayang, apa ibu udah pulang?" tanya Daren. "Loh, bukanya kamu jemput ibu di rumah Kak Jia, Mas? Kenapa malah tanya nya kayak gitu?" "Maafin mas, tapi tadi ibu pulang sama Radit, ibu gak ingin aku jemput barusan." "Ya ampun ibu ..." gumam Kayra. Ia tak habis pikir jika ibunya akan berbuat seperti itu. "Maafin ibuku ya Mas, tapi ... aku belum liat ibu pulang," jawabnya lagi. "Oya? Padahal sejak tadi ibu pulang." "Masa sih Mas?" Daren sedikit berpikir, tiba-tiba saja ia khawatir akan mertuanya di sana. Daren baru saja mengenal Radit. Namun, ia punya feelin

