Soundtrack: SNSD - Mistake
Sonyul kembali ke sekolah setelah beberapa hari dia beristirahat. Tapi keadaan gak berubah. Semua masih memusuhinya. Kejahilan itu pun langsung dimulai lagi saat dia muncul lagi. Sehari, dua hari, tiga hari makin lama keisengan mereka makin menjadi-jadi. Sonyul yang baru masuk ke toilet langsung diguyur lagi. Bukan air lagi tapi cat warna merah. Bahkan mereka sekarang menyembunyikan bekal Sonyul. Hyurin yang mau mengamuk tapi di tahan Sonyul terus. Tiba pelajaran olahraga. Mereka disuruh berkelompok dan tentu saja gak mau dengan Sonyul. Saat permainan mulai, satu bola mengenai kepala Sonyul tapi entah kenapa bola itu malah makin berdatangan. Sonyul jelas tersudut dan hanya bisa melindungi dirinya. Hyurin datang menolongnya.
‘’YA/hey! YA! Apa yang kalian lakukan ke Sonyul, hah???? Nanti kulaporkan ke sonsaengnim/guru!’’, ancam Hyurin dan beruntungnya sonsaengnim mereka datang karena melihat ada keributan. Hyurin langsung membawa Sonyul yang penuh luka-luka ke uks. Sambil mengomel Hyurin mengobati luka Sonyul.
‘’Ya/hei! Aku heran ya kok kamu gak kapok-kapoknya di gencet mereka?? Kalo aku jadi kamu sudah ku laporin ke sonsaengnim!’’
Sonyul hanya menatap Hyurin. Seperti bisa baca apa yang di pikirkan Sonyul, Hyurin ngomel lagi.
‘’Ya/hei! Jangan bilang deh kamu gak mau balas mereka karena kamu gak mau mereka makin jadi sama kamu! Sekarang sudah terbukti kan kesabaranmu gak ada gunanya??’’
‘’Aku tau. Tapi mereka juga gak tau apa-apa’’
‘’Gak tau apanya? Mereka tau jelas kok itu hanya gosip murahan dari orang-orang yang gak bertanggung jawab! Merekanya aja yang cari masalah! Tanya dulu kek ke kamunya baru ambil kesimpulan! Jangan hanya memihak gosip itu karena mereka cemburu sama kamu! Memangnya mereka pikir kamu juga gak sakit apa karena ini!?’’
‘’Sudah, Hyurin. Gak perlu di teruskan. Suatu hari mereka bakalan sadar kalo ini gak seperti yang mereka kira! Aku sudah lelah menjelaskannya kalo merekanya gak mau dengar’’, kata Sonyul mengakhiri pembicaraannya dan pergi berlalu meninggalkan Hyurin.
‘’Argh, terserah kamu ah! Pusing aku!’’
***
Hari ini hari pengunduran Minho secara live di tv. Semua orang sudah sejak lama menanti perkembangan skandal ini dan akhirnya mendapatkan jawabannya. Minho gak sendiri. Bersama dengan managernya dan juga Sulli! Dengan dandanan formal Minho duduk di bangkunya dengan tenang walau wajahnya kali ini sedikit muram. Banyak wartawan berdesakkan tempat di tempat jumpa pers. Teman-teman Minho yaitu member Shinee lainnya sekarang sedang duduk manis di depan tv menyaksikan salah satunya anggota mereka yang akan pergi meninggalkan mereka. Bagaimana dengan Sonyul? Sama seperti yang lain, sedari tadi pun dia hanya menatap ke layar tv tanpa sepatah kata pun. Keluarganya yang tau hubungan Sonyul dan Minho kali ini malah gak berkomentar apa pun kalo melihat keadaan Sonyul sekarang.
‘’....Hari ini adalah hari yang gak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya selama ini hanya menjalani hidup tanpa pikir bagaimana selanjutnya sampe tiba hari ini. Saya memulai karir saya pun karena ada peluang dan kesempatan. Saya baru sadar kalo saya lupa suatu hari nanti kesempatan ini akan pergi meninggalkan saya. Karena keteledoran sendiri, saya menyakiti hati semua orang termasuk ortu dan yeoja yang paling saya cintai. Tapi percuma kalo saya menyesalinya karena calon istri saya akan memberikan sebuah masa depan dan hari baru buat saya. Saya gak tau harus mengucapkan kata ‘miane/maaf’ sampe berapa kali mengingat dosa yang saya lakukan. Saya malu kepada semuanya. Tolong beri saya kesempatan berubah. Buat semuanya, saya malu kalo tau kalian masih membela saya, masih mau berteman dengan saya. Saya gak bisa membalas kasih sayang kalian tapi malah membuat penderitaan. Tapi saya senang bisa bertemu kalian. Pertemuan ini gak akan saya lupakan seumur hidup dan saya harap kalian begitu. Minho yang sekarang memang sudah membuat kalian terluka tapi saya berjanji ketika kita bertemu lagi saya akan menjadi Minho yang baru. Dan tolong untuk para fans, jangan salah paham dengan siapa pun tentang masalah ini karena sayalah yang sepenuhnya bersalah. Teman-teman dan kerabat sama sekali gak terlibat............’’
Setelah tayangan itu, banyak yang pro dan kontra. Pengunduran tiba-tiba dari Minho mengejutkan banyak orang. Mengingat ketenarannya saat bersama boysband Shinee yang baru naik daun saat ini. Kegegeran masalah ini pun dirasakan teman satu manajemen Minho yang lainnya. Mereka gak nyangka ini bakalan terjadi. Mereka mau membantu tapi bisa apa? Karena masalah Minho juga menyangkut dengan perusahaan yang mengorbitkan mereka.
Di SNSD room
‘’Ya/hey! Kamu nonton tv gak kemarin?’’, tanya Leeteuk oppa dkk yang datang ke SNSD room.
‘’Ne/iya! Gak nyangka ya kalo Minho bisa begitu! Setauku dia pendiam lho!’’, ujar Jessica oenni.
‘’Ya! Ya! Gosip lagi! Gosip lagiiii!’’, seru Hyoyeon oenni.
‘’Onnie tau gak kemarin aku dengar Sonyul sampe ikut terlibat masalah ini!’’, kata Yuri oenni.
‘’Aku dengar kalo shawol datang menyerbu ke rumah Sonyul! Wah, ngeri ya?’’, kata Sooyoung oenni.
‘’Jinca/serius?? Jangan sampe elf gitu sama yeojachingu/pacar kita!’’, seru Eunhyuk oppa.
‘’Ya! Daripada kalian ngegosip mending latihan! Leeteuk oppa dkk juga kok bisa nyasar di sini sih!’’, seru YoonA oenni.
Muncul Taeyeon onnie, Tiffany oenni, Sunny oenni dan Seohyun oenni.
‘’Oh! Onnie berdua kan saudaranya Sonyul! Gimana keadaan Sonyul?”, tanya Jessica kepada Sunny dan Taeyeon oenni.
‘’Dia baik-baik aja kok! Waeyo?”, jawab Sunny.
‘’Jinca/beneran? Kudengar katanya shawol nyerang rumah Sonyul!’’, kata Yuri oenni.
‘’Ne/ya! Sampe Sonyul gak bisa keluar!’’, timpal Shindong oppa.
‘’Selain fans tentunya banyak wartawan kan?’’, kata Leeteuk oppa.
‘’Ribet amat ya masalah Minho! Sampe Sonyul kena akibatnya!’’, seru Eunhyuk oppa.
‘’Bukan menyerang tapi mencari berita’’, jelas Taeyeon oenni.
‘’Mungkin memang begitu tapi kan mereka fans! Mana mungkin gak ada yang marah!’’, seru Sooyoung onnie.
‘’Kasihan Sonyul ikutan menderita! Tega banget ya?’’, seru Hyoyeon oenni.
‘’Sudahlah, itu kan bukan urusan kalian juga! Ngapain juga kalian ribut? Leeteuk oppa dkk juga!’’, seru YoonA oenni.
Di dalam percakapan itu, Tiffany merasakan perasaan gak enak yang mengganjal hatinya. Pikirannya jadi ruwet. Ada rasa kasihan, bersalah tapi juga benci sama Sonyul. Dia bingung mana yang mau dia dahulukan. Tapi pikiran ini terus muncul mengganggunya."Ottokhae/gimana? Sonyul, apa kamu baik-baik saja? Apa aku sudah keterlaluan?’’, pikir Tiffany.
***
Setelah pengunduran Minho ditayangkan, teman-teman Sonyul dan para fans Shinee mulai berubah meskipun belum semuanya. Mereka sekarang hanya berbisik-bisik di belakang Sonyul. Tapi keisengan masih tetap ada walau gak separah biasanya. Sonyul berusaha menenangkan pikirannya keluar dari kelas dan menatap keluar lewat jendela. Hyurin mendatanginya.
‘’Ya/oi! Sonyul jangan melamun!’’, tegur Hyurin.
‘’Hyurin! Gak kok aku hanya pengen istirahat’’, kata Sonyul.
‘’Aku iri dan juga sedih kalo lihat kamu!’’, seru Hyurin tiba-tiba.
‘’Waeyo/kenapa?’’
‘’Kalian saling mencintai dengan tulus dan menjalani hubungan dengan perasaan lurus walau pada akhirnya takdir memisahkan kalian! Kalo dipikir apa GD oppa akan bertindak sama kalo kondisi kami seperti kalian? Bukan aku gak percaya dia sih tapi mungkin dia gak akan jauh beda dengan Minho tapi kurasa kalian yang lebih menarik perhatian daripada aku’’
‘’Apa kalian bertengkar lagi? Kok bilang kayak gitu?”
‘’Aku kesal karena semakin dia terkenal dia seperti jauh dariku. Aku tau gak boleh begini toh aku juga artis tapi kami kan berbeda. Sekarang ada gosip yang bikin hatiku rasanya mendidih! Aku gak ngerti deh!’’
‘’Apa kamu mulai gak percaya dia? Bukannya dia setia?’’
‘’Setia kayak apa juga namja mana sih yang gak tergoda yeoja yeppo? Buta kali kalo gak! Ngapain juga sih dia itu pake ke Jepang segala! Kan jadi ketemu yeoja gak jelas itu!’’
‘’Mungkin berita itu salah! Kamu gak tanya dulu ke dia?’’
‘’Mau tanya kayak gimana lah kalo di telpon jarang angkat, sms gak di balas! Sudah gitu di foto itu mereka kelihatan mesra lagi! Huh! Benar-benar nyebelin deh!’’
‘’Kamu sabar aja dulu ya siapa tau memang hanya gosip! Kan dianya belum bilang apa pun! Jangan menjudge dia yang buruk dulu! Ntar nyesal!’’
‘’Tapi aku tetap sebeeeeeeellllll!!!!! Huh!!’’, rengek Hyurin dan Sonyul berusaha menenangkannya.
Di kelas Sonyul pelajaran dimulai. Sonsaengnim yang mengajar mereka dan memberikan pertanyaan yang sudah ada di papan tulis. Sonyul diminta maju untuk menjawab. Belum sampe depan, terdengar berbagai makian dan ejekan. Semakin maju, makian dan ejekan mereka makin parah sampe sonsaengnim/guru menyuruh diam tapi gak berhasil. Sonyul sudah berpura-pura gak dengar tapi gak bisa. Entah kenapa dia sudah merasa terlalu lelah menampung omongan mereka. Sonyul gelisah di dalam hatinya tapi tetap berusaha tenang. Hyurin membalas caci makian dan ejekan teman-temannya tanpa henti. Yang ada malah kelihatan lagi perang mulut. Sonsaengnim yang mengajar jadi tambah pusing dengan kelas Sonyul dkk yang gak bisa di atur lagi. Sonyul masih terus bertahan tapi kejadian yang dialaminya akhir-akhir ini membuatnya lelah dan pusing. Pikirannya terasa buntu. Makian dan ejekan lainnya memperparah kebingungannya. Brukkk! Terdengar ada yang jatuh. Hyurin yang lagi sibuk berperang mulut dengan teman-temannya yang nakal itu terdiam dan mencari asal suara yang terjatuh tadi. Semua mata memandang ke arah bunyi tadi dan Sonyul sudah tergeletak di sana. Hyurin panik dan segera datang ke sana.
‘’SONYUL~A!!! SONYUL~AA!! KAMU KENAPA?? SADAR SONYUL!’’, seru Hyurin yang wajahnya berubah pucat setelah melihat Sonyul.
‘’Ya/hei! Hyurin! Sonyul kenapa?’’, tanya sonsaengnim/guru yang juga kaget melihat Sonyul pingsan.
‘’Mollayo sonsaengnim/gak tahu guru! Dia tiba-tiba jatuh!’’
‘’Coba kamu periksa suhu tubuhnya! Apa dia sakit?’’
Hyurin memeriksa Sonyul yang wajahnya mulai bersemu merah. Ternyata benar. Sonyul demam.
‘’Aigu/aduh! Kelihatannya Sonyul demam, sonsaengnim/guru(pak,Bu)!’’, seru Hyurin.
‘’Kalo gitu bawa ke uks! Ya! Kalian bantu Hyurin bawa Sonyul ke uks!’’
Tapi teman-teman Sonyul gak bergerak. Mereka malah hanya diam melihat keadaan itu.
‘’Ya/hei! Kalian ini teman-temannya Sonyul kan? Kenapa hanya diam? Cepat bawa dia ke uks!’’, omel sonsaengnim yang sambil melotot kesal ke teman-teman Sonyul yang diam aja. Tentunya omelan itu ampuh menyadarkan mereka dan mereka segera membawa Sonyul ke uks.
‘’Dia hanya kelelahan kok makanya kena demam. Tolong suruh dia benar-benar beristirahat ya!’’, kata dokter di uks.
‘’Ne/iya! Gamsahamnida/terimakasih dokter!’’, kata Hyurin lalu mengambil tempat menjaga Sonyul yang sedang beristirahat. Teman-teman sekelas yang membawa Sonyul ke uks buka suara.
‘’Eng... Hyurin, kami... kami minta maaf!’’
‘’Kok tiba-tiba...?’’, seru Hyurin.
‘’Kami menyesal apa yang kami lakukan sama Sonyul akhir-akhir ini! Kami malu karena seenaknya menuduh Sonyul yang bukan-bukan!’’
‘’Oh, gitu? Sudah cukup ngomongnya?’’, kata Hyurin ketus karena masih kesal.
‘’Kok kamu bilang gitu Hyurin? Kami kan benar-benar minta maaf!’’
‘’Apa minta maaf cukup membuat luka di hati Sonyul sembuh? Kalian keterlaluan ya! Seenaknya menyiksanya dan juga seenaknya minta maaf!’’
Sonyul yang daritadi tidur jadi terbangun karena mendengar suara ribut. Sonyul mendatangi asal suara itu.
‘’Hyurin, waeyo/kenapa?’’, tanya Sonyul.
‘’Sonyul?! Kok gak istirahat?’’, kata Hyurin.
‘’Sonyul sebenarnya kami menyesal karena selama ini kami menjahatimu! Kami khilaf!’’, kata teman-teman sekelas Sonyul.
‘’Aku tau kok! Aku maafin kalian’’, kata Sonyul.
‘’Sonyul? Kamu terlalu gampang memaafkan mereka! Mereka bisa aja bohong!’’
‘’Anio/gak, Sonyul! Kami sungguh-sungguh! Kami sadar kalo kami hanya dibakar rasa cemburu karena kamu bisa dekat seorang idola seperti Shinee!’’
‘’Apa kalian tau kalo kalian bisa dituntut karena ini? Sonyul ini keponakan direktur SM Entertainment lho!’’, ancam Hyurin.
‘’Hyurin, sudahlah! Aku memang kecewa karena kalian gak percaya padaku tapi yah.... aku tau gak mungkin kalian kupaksa percaya’’, jelas Sonyul.
‘’Jongmal mianeyo/sungguh maafkan Sonyul! Kami malah membuatmu tambah tersiksa dengan masalah yang sudah menimpamu! Kami bukan teman yang baik! Kami malu!’’
‘’Gweanchanayo/gak apa-apa... aku maafin kalian! Mianeyo/maaf kalo aku seperti menyembunyikan statusku!’’
Setelah itu, teman-teman sekelas Sonyul juga minta maaf. Beberapa dari mereka sudah ada yang sadar tapi takut bertanya sama Sonyul sampe akhirnya Hyurin menjelaskannya. Para shawol dari kelas lain yang bahkan gak di kenal ikutan minta maaf walau mereka masih cemburu karena hubungan Sonyul dengan salah satu member Shinee dulu. Kejadian ini terdengar lagi sampe di kantor SME. Taeyeon oenni dan Sunny yang baru dapat kabar bergegas menemui Sonyul. Para boys band dan girls band di kantor SME juga kelihatan sibuk karena mendengar berita itu.
‘’Oenni sekarang mau ke tempat Sonyul sekarang?’’, tanya Sooyoung pada Taeyeon.
‘’ Ne/iya! Sunny juga ikut!’’
‘’Onnie, jadi benar ya Sonyul pingsan karena dia shock dengan masalah yang menimpanya?’’, tanya Jessica oenni.
‘’Waeyo/kenapa? Apa kalian mau ikut? Jangan melebihkan gitu deh!’’, jawab Sunny.
‘’Kami titip salam aja ya buat dia!’’, seru Yuri oenni.
Tiffany yang mendengar berita itu terkejut dan juga berniat menjenguk Sonyul. Kali ini dia memang harus meluruskan masalah ini.
Di rumah Sonyul.
‘’Aigu/aduh, panasmu tinggi banget sih Sonyul?’’, tanya Wonhee oemma saat melihat termometer.
‘’Katanya dia kecapekan ahjumma/bibi!’’, timpal Hyurin.
‘’Aku gak apa-apa oemma! Kalo istirahat juga pasti sembuh kok!’’, seru Sonyul.
‘’Aku akan menjaganya ahjumma! Ahjumma istirahat aja ya!’’, kata Hyurin.
‘’Apa kamu gak lelah? Bukannya kamu juga sibuk?’’, tanya Wonhee oemma.
‘’Anio, gwaenchana/enggak, gak apa-apa!’’
‘’Ya sudah kalo gitu! Kalo kamu lelah, kamu bilang aja ya sama ahjuma ya Hyurin?’’, kata Wonhee oemma yang meninggalkan kamar Sonyul.
Gak lama, Wonhee oemma masuk lagi tapi dia gak sendiri.
‘’Waeyo oemma/kenapa ma?’’, tanya Sonyul yang melihat oemmanya masuk lagi.
‘’Ini kamu ada tamu! Ayo masuk aja gak apa-apa!’’, kata Wonhee oemma mempersilahkan tamu itu masuk.
‘’Tiffany oenni? Waeyo/kenapa?’’, tanya Sonyul dan Hyurin bersamaan.
‘’Kamu sudah enakkan? Mianeyo/maaf kalo aku tiba-tiba kemari!’’, kata Tiffany oenni.
‘’Lumayan. Gomawo/makasih sudah di jengukin. Pasti oenni sibuk kan? Gak di jengukin gak apa juga kok!’’, kata Sonyul.
‘’Cheonma/sama-sama (biasa orang gak bilang ini tapi cuman mau kasi tau aja sama-sama dalam bahasa Korea itu apa). gwaechanayo’’
‘’Lalu oenni tiba-tiba kemari pasti ada sesuatu kan?’’, tanya Hyurin.
‘’Ah, itu......’’
‘’Mianeyo/maaf kalo terdengar menyelidiki! Tapi aneh aja oenni kan gak dekat dengan kami!’’, jelas Hyurin.
‘’Ne/ya! Ada masalah apa oenni? Bilang aja!’’, kata Sonyul.
Tiffany oenni diam. Sonyul dan Hyurin menunggu Tiffany oenni berbicara. Setelah cukup tenang, Tiffany oenni mulai berbicara.
‘’Mianeyo/maafkan Sonyul’’, kata Tiffany oenni.
‘’Minta maaf untuk apa? Perasaan oenni gak melakukan apa-apa sama aku!’’
‘’Miane... mianeyo/maafin Sonyul! Aku malu... aku jahatin kamu selama ini! Aku ini pengecut! Kecemburuanku yang gak beralasan malah membuatmu menderita!’’
‘’Tiffany oenni???’’
‘’Sonyul, asal kamu tau aku putus dengan Kim bum oppa karena Kim bum oppa lebih memilihmu dan aku gak terima! Aku benar-benar kesal dan cemburu! Sampe terpikir suatu hal yang sangat jahat, menghancurkan kebahagiaanmu lewat statusmu!’’
Sonyul dan Hyurin hanya terdiam mendengar pengakuan Tiffany oenni. Terlihat dari wajah mereka kalo mereka kaget tapi mereka juga masih ingin dengar pengakuan Tiffany oenni.
‘’Aku tau kalo Sulli naksir Minho dan aku memanfaatkan rasa cintanya itu untuk menghancurkanmu! Aku bantu dia mencari cara mendapatkan hati Minho walau itu gak mudah karena ternyata Minho tetap mencintaimu! Tapi... tapi untuk kali ini.. asal kamu tau, aku sama sekali gak ikut andil atas kehamilan Sulli! Itu di luar rencanaku! Aku.. aku sama sekali gak nyangka kalo bimbinganku ke Sulli untuk menghancurkan kalian malah jadi seperti ini! Aku hanya ini kamu sadar kalo aku sangat mencintai Kim Bum oppa! Itu aja Sonyul! Tolong percaya aku! Jebal/plis,tolong!’’
‘’Kenapa oenni tega begini sama Sonyul? Aku gak nyangka!’’, seru Hyurin.
‘’Oenni, aku kaget kenapa oenni bisa berbuat begini! Apa aku sudah begitu melukai hati oenni?’’, tanya Sonyul.
‘’Mianeyo/maafkan Sonyul! Aku menyesal tlah membuat Sulli jadi berpikir di luar pikiranku! Aku gak tau kalo jadi begini! Aku malu....’’, kata Tiffany oenni mulai menangis tapi Sonyul tetap diam.
Taeyeon oenni dan Sunny tiba-tiba muncul.
‘’Taeyeon oenni? Sunny?’’, seru Sonyul saat melihat mereka masuk.
Plakk! Taeyeon oenni tanpa babibu menampar Tiffany oenni. Semua terkejut melihat kejadian itu.
‘’Taeyeon?! Aku...’’, kata Tiffany oenni kaget mendapat tamparan.
‘’APA YANG KAMU LAKUKAN TIFFANY??!!! APA KAMU SADAR APA YANG KAMU PERBUAT???!! KAMU TAU KAN AKIBATNYA?!!’’, bentak Taeyeon oenni yang menumpahkan amarahnya.
‘’Aku... aku gak sengaja begini... aku... aku menyesaaaal.....’’, seru Tiffany oenni yang kembali menangis. Kakinya terasa lemas dan dia terduduk.
‘’Aigu/aduh... Tiffany... kamu sahabatku yang paling kupercaya... sahabat yang paling kusayangi tapi kenapa kamu malah melukai hati adikku??? Apa aku pernah melukaimu sehingga kamu membalaskannya ke Sonyul???’’, seru Taeyeon oenni menangis.
‘’Anio, onnie/enggak kak! Ini gak ada sangkut pautnya dengan kalian! Ini memang rasa cemburuku ke Sonyul! Aku... aku salah... kenapa aku masih saja ngotot padahal Kim bum oppa gak mau lagi denganku! Aku tau itu... aku tau...’’
‘’Lalu apa yang akan kamu lakukan kalo sudah jadi begini??? Kan kamu yang mengajak Sulli jadi berpikiran begini dan jadinya apa?? Sangat fatal!!!’’, teriak Sunny yang mulai memukuli Tiffany oenni.
‘’Sabar, oenni! Kita gak boleh main hakim sendiri! Aku tau oenni kesal tapi gak begini caranya!’’, kata Hyurin menahan Sunny.
‘’Anio, gwaenchanayo/enggak, gak apa-apa... Aku memang pantas dipukul! Ayo pukul aku, Sonyul! Aku sudah menghancurkan hidupmu!!!’’, jerit Tiffany oenni sambil memaksa Sonyul memukulnya. Tapi tangan Tiffany dicegah seseorang.
‘’Kim bum oppa???’’, seru Tiffany oenni saat melihat wajah orang yang menghentikannya.
‘’Sudah cukup Tiffany’’, kata Kim bum oppa yang membuat Tiffany terdiam.
‘’Oppa dengar semuanya???’’, tanya Hyurin dan diikuti anggukan Kim bum oppa.
‘’Mianeyo/maaf... aku mengerti kenapa oppa minta kita putus.. aku tau sekarang... Aku gak pantas bersama oppa... aku egois... seenaknya sendiri... dan selalu menyusahkanmu..’’, kata Tiffany yang masih menangis.
‘’Tiffany, jangan menyalahkan dirimu terus... Mianeyo/maaf... Aku juga seenaknya memutuskanmu tanpa memikirkan perasaanmu.. Yang lalu biarlah menjadi masa lalu..’’, kata Kim bum oppa.
‘’Tapi, karena ini aku jadi menghancurkan hidup Sonyul! Aku memang bermaksud membuatnya merasakan sedih yang kurasakan tapi gak sampe Sonyul dan Minho berpisah dengan cara seperti ini!!!’’, seru Tiffany.
‘’Anio/gak.. Ini bukan kesalahan oenni sepenuhnya... Tanpa oenni mengajak Sulli mengejar Minho pun, suatu saat pasti Sulli punya inisiatif sendiri... Aku yakin hamilnya dia ini karena ulahnya sendiri’’, jelas Hyurin.
‘’Aku kecewa karena tau oenni ada terlibat membantu Sulli tapi, mungkin ini ada juga kesalahanku makanya oenni begini. Aku juga minta maaf. Aku dan Minho memang berbeda... walaupun masalah ini gak ada kalo takdir mengatakan kami gak bisa bersama lagi apa boleh buat. Aku tau aku gak boleh sok tegar, sok kuat tapi hanya ini yang bisa kulakukan. Jadi, oenni jangan khawatir’’, kata Sonyul.
‘’Aigu/aduh, kalo aku jadi kamu Sonyul aku pasti depresi deh!’’, seru Sunny.
‘’Mianeyo/maaf... Sonyul... Mianeyo/maafkan aku...’’, tangis Tiffany makin menjadi-jadi.
***
Setelah kejadian pengakuan Tiffany oenni itu, satu per satu fakta tentang masalah Minho mulai terungkap. Banyak hal yang berubah sejak saat itu. Ya, kehadiran Minho. Hari ke hari Sonyul mulai berubah. Saat matanya tertutup, entah datang darimana kenangan bersama Minho terus bergulir di hati dan pikirannya. Menyenangkan dan menyesakkan. Ketika di sadarkan akan kenyataan yang ada sungguh menyakitkan. Sudah berapa banyak air mata yang jatuh dari pipi Sonyul, gak tau. Kadang perasaan rindu itu kembali muncul dan menerbangkan hatinya ke alam mimpi dan ketika sadar, berkali-kali menyakitkannya kenyataan itu. Sonyul juga sadar kalo selama ini ada seseorang yang terus memperhatikannya. Awalnya dia menolak kehadiran orang itu. Tapi karena luka di hatinya ini terus ada dan gak sanggup di tanggungnya sendiri, dia mulai terbuka dengan orang itu. Ya, dia tau kalo dia gak boleh memandang namja itu pengganti Minho apalagi menganggap itu Minho tapi karena perasaan itu masih ada kadang dia bertindak demikian.
Bulan Desember
‘’Kamu gak kedinginan Sonyul?’’, tanya Kim bum oppa yang memandangi Sonyul di dekat jendela.
‘’Anio/ enggak, aku hanya ingin lihat salju dari sini’’, jawab Sonyul tanpa berpaling ke hadapan Kim bum oppa. Kim bum oppa beranjak dari bangkunya dan memakaikan Sonyul baju hangat.
‘’Ah, gomawo oppa/makasih kakak!’’
‘’Sekarang sudah Desember ya? Gak nyangka sebentar lagi berganti tahun’’, seru Kim bum oppa.
Sonyul gak menanggapi Kim bum oppa dan kembali memandangi salju. Lagi-lagi ada perasaan rindu yang menyesakkan ini. Hadir kembali tapi dengan gejolak yang lebih besar dari biasanya. Apa karena bulan ini adalah bagian dari kenangan orang itu? Pikir Sonyul yang terus berusaha mengendalikan sakit itu lagi.
***
Di rumah Sonyul penuh dengan hiasan menyambut natal dan tahun baru. Semuanya bersuka cita. Dan yang paling semangat ya siapa lagi kalo bukan sepasang kekasih yang telah merencanakan kencan di hari natal dan tahun baru seperti oenni-oenni dan oppa-oppanya Sonyul. Eiits, Hyurin gak mau ketinggalan lho!( Beh, beh! Eksis terusss! Plakkk! Author kena lempar sendal dari Hyurin nih!)
‘’Kayaknya kamu perlu ke psikiater deh!’’, seru Key oppa saat melihat Hyurin cengar-cengir sendirian.
‘’Omo/hah??!! Eh, sory ya gua gak gila kale oppa! Gua lagi senang aja!’’, jawab Hyurin.
‘’Senang kenapa nih???’’, tanya Onew oppa.
‘’Aku tau! Aku tauuuuuuuuuuuuu!!!!!!!’’, seru Jonghyun oppa lagaknya kayak ratu gosip.
‘’Sssst..... oppa diam aja deh! Awas ya kalo bilang!’’, ancam Hyurin.
‘’Pasti mau kencan sama Jiyong hyung kan?? Ya kan? Noona nappa/jahat!!!!!!!’’, jerit Taemin mulai memukuli Hyurin. Merengek kayak anak kecil. Semua tertawa melihat tingkah Taemin.
‘’A, ne/ohya Sonyul noona mau kencan sama siapa??’’, tanya Taemin.
‘’Ah, itu...’’, kata Sonyul yang terputus oleh teman-temannya.
‘’Aigu/waduh, anak kecil gak usah tau deh! Paling sama itu tuh! Ya kan?’’, goda Key oppa diiringi tawa semuanya.
‘’Wah, perkembangannya cepat juga ya? Kok gak bilang sih?’’, kata Onew oppa.
‘’Loe aja kale lambat kagak tau hot new!’’, seru semuanya.
‘’Katanya dia sudah lama naksir kamu kan? Itu sih kamu memang sudah diincar dari lama!’’, kata Jonghyun oppa.
‘’Ya! Memangnya oppaku apaan main incar Sonyul segala? Pemburu?’’, kata Hyurin.
‘’Ne/iya! Pemburu Cinta! Wahahahahaha!!!’’, seru Key oppa diiringi tawa semuanya.
‘’Tapi noona bulan ini kan bulan lahirnya Minho hyung, apa oenni sudah siapin kado? Kasih selamatnya gimana? Blablabla....Hmmmfff’’, tanya Taemin dengan lugu yang langsung dibekap Key oppa. Pertanyaan itu terasa menohok hatinya.
‘’Eng... Sonyul gak usah dengar suara cecurut satu tuh ya? Gak penting!’’, seru Jonghyun oppa berusaha mengalihkan.
‘’Ne/ya! Halah, paling tuh anak lagi ngigau!’’, kata Onew oppa ngasal.
‘’Ah, sampe mana kita tadi? Aigu, diam napa Taemiiiiiiiin!!!’’, seru Key oppa yang masih menahan Taemin bicara sampe tuh anak susah bernapas.
‘’Sudahlah, gwaenchanayo/gak apa-apa. Kalian gak perlu membuatku menghindari apa pun tentang dia’’, kata Sonyul yang mulai buka suara.
‘’Kamu masih mencintai dia?’’, tanya Hyurin.
‘’Bohong kalo aku bilang tidak. Gomawo/makasih teman-teman karena selama ini kalian bersamaku... menyayangiku... Itu lebih dari cukup untuk membuatku kuat. Tapi jujur, tanpanya aku memang lemah tapi karena ada kalian aku tetap tegar’’, kata Sonyul dengan mata berkaca-kaca. Hyurin memeluknya.
‘’Menangislah Sonyul... Kamu gak perlu harus kelihatan kuat! Ada kalanya kamu sangat lemah sehingga gak sanggup menanggungnya lagi... Aku sedih kadang melihatmu terpaksa tersenyum... Aku juga jadi sakit...’’, kata Hyurin yang menangis.
‘’Kamu gak perlu menahannya terus Sonyul... Kami tau itu menyakitkan dan gak boleh terus bersedih tapi sesekali menangislah jika kamu gak sanggup menahannya supaya kamu lega! Aku juga kadang menangis lho!’’, kata Key oppa.
‘’Bhuuu... cengeng!’’, ejek Jonghyun oppa.
‘’Yeiii.... biarin aja!’’, balas Key oppa.
‘’Mianeyo noona/maafkan kak, perkataanku malah membuatmu sedih...’’, kata Taemin.
‘’Kamu sih gak bisa mingkem dikit!’’, seru Onew oppa.
‘’Haish, sudah! Sudah!’’, kata Hyurin menenangkan.
‘’Sonyul, bukan hanya kamu lho yang kehilangan Minho tapi kamu juga! Jadi, gak usah ditahan ya?’’, seru Key oppa.
‘’Ne/iya... aku memang gak selamanya bisa kuat bertahan... adakalanya bisa menangis.. Miane... kalo aku bikin kalian sedih..’’, kata Sonyul saat air matanya mulai jatuh. Hyurin semakin erat memeluknya.
‘’Yah... kamu kuat Sonyul.. tapi gak selamanya... Dan kami akan mendukungmu supaya kamu gak begini lagi..’’
***
Salju di daerah rumah Sonyul semakin hari makin lebat. Padahal baru awal musim salju. Sonyul kembali ke kebiasaannya. Menatap salju lewat jendela kamarnya. Kalo begini jadi teringat saat Minho tiba-tiba ada di bawah menatap ke kamar Sonyul lewat jendela Sonyul dulu. Minho datang tiba-tiba mengagetkan Sonyul. Tiba-tiba semua kenangan tentang Minho menyeruak di hati dan pikiran Sonyul. Kemana pun dia berada, dimana pun Sonyul berdiri selalu saja ada kenangan dia bersama Minho. Bayangan tentang Minho seperti selalu mengikuti kemanapun dan dimana pun ada Sonyul. Itu menyesakkan dan menyedihkan. Matanya tiba-tiba sembab padahal dia berusaha untuk gak mengingat itu semua tapi ternyata belum berhasil.
Di rumah Hyurin hari ini hanya ada Kim bum oppa dan Hyurin. Taeyeon oenni sudah tinggal bersama suaminya Chunhee oppa dan ortu mereka sedang keluar.
‘’Hyurin, apa aku pantas bersama Sonyul?’’, tanya Kim bum oppa tiba-tiba.
‘’!!! Waeyo/kenapa? Kok tanya begitu? Tumben gak pede’’, jawab Hyurin.
‘’Bukan begitu, kamu tau sendiri kan orang itu mana mungkin bisa dilupakan begitu saja sama Sonyul kan? Apalagi perpisahan mereka bukan yang mereka inginkan!’’
‘’Jadi, karena itu oppa mau bilang kalo oppa mulai lelah meluluhkan hati Sonyul dan sudah mau nyerah?’’
‘’Molla/gak tahu. Kadang aku lihat dari Sonyul kalo dia seperti bilang, aku akan tetap mencintai Minho. Gak ada seperti dia. Jadi, aku mungkin tetap begini. Begitulah’’
‘’Hahahaha! Ngarang dari mana tuh oppa? Pikiranmu sudah buntu tuh! Ya gak mungkinlah!’’
‘’Kamu kan juga tau kalo dari kecil Sonyul juga hanya menganggapku oppanya sendiri. Bukan jadi putus asa sih tapi kadang aku mau ngikutin dia gak nyampe’’
‘’Aigu/aduh, oppaku yang ganteng! Buang deh semua pikiran-pikiran gak penting itu! Jodoh itu gak ada yang tau! Bisa aja dia pacaran sama Minho tapi jodohnya oppa, ya gak? Kalo Sonyul masih belum ada reaksi atas perhatian oppa untuk sekarang ya maklumlah karena kalo masalah itu aku sendiri yang mengalami juga belum tentu setegar dia! Berilah dia waktu, ya aku tau maksud oppa supaya luka di hatinya cepat pulih tapi yang terbaik sekarang adalah memberinya waktu untuk menata hatinya kembali. Susah lho oppa kalo kita sudah menyayangi seseorang itu kalo diminta melupakan begitu saja apalagi kondisinya di paksa begini’’
‘’Yah, mungkin memang begitu sih! Aku juga salah karena terlalu khawatir dan jadi buru-buru begini!’’
‘’Tenang oppa, Hyurin akan selalu mendukung oppa kok! Aku yakin suatu hari nanti Sonyul mau membuka hatinya untuk oppa, jadi jangan menyerah ya? Aku gak rela lho kalo Sonyul gak sama oppa! Hehehe!’’
‘’Aigu/waduh... Hahaha, bisa aja kamu!’’, kata Kim bum oppa sambil mengacak rambut Hyurin.
Ting tong! Terdengar bunyi bel dari rumah Sonyul. Klek! Pintu dibuka dan muncullah Wonhee oemma dan ekspresinya langsung berubah saat tau siapa tamunya.
‘’Annyeonghaseyo Wonhee ahjuma/halo bibi Wonhee!’’, kata Kim bum oppa memberi salam.
‘’Oh annyeonghaeseyo/halo! Kim bum ya? Ayo masuk, masuk!’’, ajak Wonhee oemma mempersilahkan Kim bum oppa masuk.
‘’Gomawoyo ahjumma/makasih bibi’’, balas Kim bum oppa berjalan masuk dan dipersilahkan duduk Wonhee oemma.
‘’Aigu/wah, Ahjumma kira siapa tadi ternyata nak Kim bum! Waeyo/kenapa?’’
‘’Ini ada kue dari Amerika! Kemarin saya sempat balik ke sana karena ada tugas’’, kata Kim bum oppa menyerahkan bungkusan makanan ke Wonhee oemma.
‘’Aigu/waduh... gak usah repot-repot! Ahjuma jadi malu nih!’’
‘’Ah, gwaenchanayo ahjumma/gak apa-apa bibi! Memang saya khusus beli buat ahjumma!’’
‘’Aigu/aow, nak Kim bum memang baik! Gomawoyo/makasih! Mianeyo/maaf merepotkan ya!’’
‘’Lalu, ahjumma apa ada Sonyul?’’
‘’Sonyul? Mungkin dia ada di kamarnya? Kalo mau nak Kim bum bisa panggil sendiri! A,ne mau minum apa?’’, tanya Wonhee oemma berjalan ke dapur.
‘’Ah, gak usah repot-repot ahjumma! Saya gak apa kok gak minum!’’, balas Kim bum oppa membuka pintu kamar Sonyul dan... kosong. Sonyul gak ada.
‘’Sonyul ada di kamarnya ya nak Kim bum?’’, tanya Wonhee oemma dari dapur.
‘’Anu, ahjumma saya ada urusan! Saya pamit!’’, kata Kim bum oppa buru-buru keluar.
‘’Loh, kok buru-buru? Gak minum dulu?’’
‘’Mianeyo ahjumma/maaf bibi! Saya ingat tiba-tiba ada urusan mendadak! Annyeonghaeseyo/bye bye!’’, kata Kim bum oppa pamit.
‘’Hati-hati nak Kim bum! Lain kali kesini lagi ya?’’, teriak Wonhee oemma saat melihat Kim bum oppa terburu-buru.
‘’Hyurin!!! Hyurin!!!’’, panggil Kim bum oppa yang masih terburu-buru.
‘’Waeyo oppa/kenapa kak? Kok kayak di kejar setan sih? Buru-buru amat?’’, tanya Hyurin yang baru muncul.
‘’Hyurin kamu tau hari ini ada apa?’’
‘’Hari ini ada apa? Memangnya kenapa sih?’’
‘’Kamu tau gak? Sonyul gak ada di rumahnya!’’
‘’??? Loh, memangnya kenapa? Apa hubungannya??? Setauku sih hari ini tanggal 9 Desember dan gak ada apa- a... argh...!!’’, jerit Hyurin yang teringat sesuatu.
‘’Waeyo/kenapa? Kok kamu teriak?’’
‘’Mungkin... aku tau kemana Sonyul pergi tapi oppa....’’
‘’??? Sebenarnya ada apa? Kok kamu bingung gitu?’’
‘’Hari ini sebenarnya....’’
Di dalam mobil
Kim bum oppa melajukan mobilnya. Terlihat dari wajahnya kalo dia tegang dan diburu waktu. Kecemasan masih melanda di benaknya. Percakapan dengan Hyurin sebelum dia pergi berputar-putar diingatannya.
‘’Oppa jangan kecewa?’’, kata Hyurin.
‘’Waeyo/kenapa?’’, tanya Kim bum oppa.
‘’Kurasa Sonyul hari ini pergi ke Jeju’’
‘’Ngapain dia kesana?’’
‘’Karena hari ini sebenarnya adalah hari ultahnya Minho dan Jeju adalah tempat dimana mereka pernah liburan bersama. Sonyul juga bilang kalo dia dan Minho pernah mengubur harta mereka disana. Jadi, kemungkinan dia kesana’’, jelas Hyurin. Kim bum oppa langsung buru-buru bersiap pergi tapi Hyurin mencegahnya.
‘’Oppa mau kemana??? Oppa jangan kesana dulu!!!’’, cegah Hyurin.
‘’Waeyo/kenapa? Sonyul di sana sendirian!!!’’
‘’Bukan begitu oppa! Sonyul hanya butuh waktu untuk melupakan ini! Biarlah dia kesana sendiri untuk merenung!’’
‘’Kalo aku biarkan dia begini terus, selamanya tempatku di hatinya gak ada!!!’’, seru Kim bum oppa tetap pergi tanpa menghiraukan Hyurin.
‘’Oppa/kakak!!! Aigu/aduh, dasar keras kepala!’’
Sesampenya di bandara, Kim bum oppa langsung naik pesawat ke Jeju. Cuaca di Jeju dan Seoul jauh berbeda. Salju di Jeju lebih deras daripada di Seoul. Dinginnya hampir minus sepuluh derajat. Setibanya di Jeju, Kim bum oppa langsung menuju rumah keluarga Sonyul dan bertanya apakah ada Sonyul kesana tapi yang ternyata nihil. Kecemasan Kim bum oppa makin menjadi-jadi dan dia teringat sesuatu.
‘’Aigu/aow.. kamu dimana Sonyul??? Apa kamu di tempat itu???’’, seru Kim bum oppa.
Lalu Kim bum oppa menanyakan dimana tempat itu dan berusaha mencarinya. Kim bum oppa sempat dicegah mengingat cuaca yang kian buruk yang kemungkinan ada badai salju. Tapi Kim bum oppa tetap kekeuh pergi mencari Sonyul.
‘’SONYUL~AAA!!! SONYUL~AAAAA!! KAMU DIMANAAAA???’’, panggil Kim bum oppa mencari sosok Sonyul di tengah salju. Kim bum oppa masih terus mencari dan....
‘’!!!! SONYUL~AAAA!!! SONYUL~AAA!!! JAWAB AKU!!! SONYUL~A???’’, kata Kim bum oppa yang masih terus berusaha membangunkan Sonyul. Sonyul masih belum sadar Kim bum oppa mengendongnya dan membawanya turun dari gunung. Salju masih terus menghalangi jalan dan Kim bum oppa masih terus berusaha membawa Sonyul. Keluarga Sonyul kaget melihat Sonyul ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
‘’Aigu/wah, apa itu Sonyul???’’, tanya Ahjumma Sonyul kalang kabut melihat keponakkannya pingsan.
‘’Ne/iya, saya temukan dia di gunung itu’’, jelas Kim bum oppa.
‘’Aigu/waduh, Sonyul! Sonyul! Appaaaa/papa, Sonyul ketemuuuuu!!’’, panggil ahjumma Sonyul ke suaminya.
‘’Aigu/wah, aigu ini Sonyul? Kok dia bisa pingsan?’’, tanya ahjussi/paman Sonyul yang ikutan panik.
‘’Temannya Sonyul, Kim bum, menemukannya di gunung tempat Sonyul main pas dia kecil dulu!’’, jelas ahjuma.
‘’Kalo gitu, apa gak sebaiknya Sonyul di bawa masuk?? Dia belum sadar sejak tadi!’’, kata Kim bum oppa.
‘’Ne/ya! Ne! Ayo bawa masuk!’’, kata ahjussi Sonyul ikut membantu.
‘’Aigu/aduh, Sonyul kok kamu bisa begini???’’, seru ahjumma Sonyul.
Bulan sudah muncul. Malam tiba. Sonyul perlahan-lahan membuka matanya. Kesadarannya mulai pulih. Kim bum oppa yang menjaganya terlihat lega.
‘’Sonyul? Kamu sudah baikkan?’’, tanya Kim bum oppa.
‘’Kim bum oppa? Kok oppa disini? Dan... ini dimana?’’, tanya Sonyul yang melihat ke sekeliling.
‘’Kita ada di rumah keluargamu. Kami cemas sekali saat tau kamu ke gunung itu’’
‘’Kok oppa tau aku kesana? Dan... hari ini kan...!!!’’, kata Sonyul yang tiba-tiba bangun dari tempat tidurnya.
‘’Aigu, Sonyul jangan bangun dulu! Istirahatlah dulu!!’’, kata Kim bum oppa menahan Sonyul.
‘’Tapi oppa aku belum...’’
‘’Aku tau kok! Hari ini ultahnya Minho kan?’’
‘’!!! Kok oppa juga tau?’’
‘’Sonyul, namja/cowok itu sudah menyakitimu seperti ini! Kenapa kamu masih memperdulikannya?’’
‘’Oppa gak ngerti apa yang kurasakan!’’
‘’Aku tau kok! Aku tau bagaimana mencintai seseorang apalagi seseorang itu malah mencintai orang lain. Lalu orang yang kucintai itu sekarang malah terluka begini karena namja/cowok itu!’’
‘’Kim bum oppa???’’
‘’Sonyul, apa aku dimatamu hanya sekedar oppa bagimu? Apa aku gak ada kesempatan? Apa di hatimu sudah gak ada tempat lagi???’’
‘’Oppa, mianeyo/kak maaf... aku, aku...’’
‘’Sonyul, apa kamu mau bilang kalo kamu gak bisa mencintai namja selain Minho? Waeyo/kenapa Sonyul? Wae/kenapa???’’
‘’Miane/maaf, sekarang aku gak bisa lupain dia oppa! Aku tau kalo aku begini malah jadi menyiksa diriku terus! Aku tau ini gak boleh terjadi tapi aku masih belum sanggup melupakannya!’’
Kim bum oppa memeluk Sonyul.
‘’Wae/kenapa kamu? Sonyul? Waeyo/kenapa? Apa aku gak pantas untukmu?’’
‘’Oppa, bukan... bukan itu...’’
‘’Lalu apa? Apa di matamu aku hanya pantas jadi temanmu?’’
Sonyul hanya diam.
‘’Aku sudah lama memperhatikanmu sejak hari itu’’
‘’Hari itu???’’
‘’Apa kamu ingat saat kita bertiga mengejar kupu-kupu dan saking asyiknya kita terpisah dari ortu kita saat kemping dan hanya kamu yang membawa bekal? Bekal itu sedikit lalu kita bagi tiga dan akhirnya aku dan Hyurin menangis karena kelaparan, tapi kamu memberi semangat kalo kita bisa keluar dan gak akan kelaparan lagi. Meski itu gak mungkin bagi anak-anak seperti kita dulu. Sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu’’
‘’Oppa, aku... mianeyo...’’
‘’Aku tau kalo sekarang gak mungkin... Aku tau kamu masih terluka... Tapi mianeyo, perasaanku gak bisa selamanya terus kutahan..’’, kata Kim bum oppa yang terdengar sendu.
‘’Oppa, mianeyo kalo aku gak bisa membalas perasaan oppa... aku... aku...’’
‘’Ssst, gak usah kamu katakan! Aku... mengerti... Aku tau kok orang itu masih ada di hatimu... Aku tau gak mungkin secepat ini kamu lupakan dia... Tapi jangan larang aku mencintaimu...’’, kata Kim bum oppa yang suara makin sendu. Ternyata dia menangis. Menangis untuk Sonyul.
‘’Oppa? Apa oppa menangis?? Waeyo/kenapa??’’
‘’Mianeyo/maafkan... Sonyul... saranghaeyo/aku mencintaimu...’’
‘’Waeyo/kenapa? Kenapa kamu menangis untukku?? Mianeyo oppa/maafkan aku kak...’’
Sonyul merasa bersalah dan gak enak karena ini pertama kalinya seorang namja/cowok menangis karenanya. Sonyul berpikir, Benarkah kalo Kim bum oppa mencintainya? Kenapa dia gak menyadari itu? Kalo begini aku sudah melukainya.. Mianeyo oppa... Aku mencintaimu bukan sebagai yeoja/cewek ke namja/cowok tapi sebagai yeodongsaeng/adik cewek ke sunbae/seniornya... Mianeyo kalo aku gak menyadari perasaanmu dan malah melukaimu... Mianeyo.. aku masih mencintai Minho..... Aku gak tau sampe kapan perasaan ini akan terus ada... Jongmal mianeyo/beneran maafkan aku....
***
Tujuh Tahun Kemudian
‘’Oenni, oenni! Bumso mau bunga yang ini!’’, kata seorang anak kecil di sebuah toko bunga.
‘’Waeyo/kenapa? Cari apa adik kecil?’’, tanya oenni penjual bunga itu.
‘’Bumso mau bunga yang ini oenni! Buat ultahnya oemma!’’, kata Bumso menunjuk sebuah bunga tulip.
‘’Eolmana/berapa?’’
‘’Bumso mau buat bunga itu jadi hadiah! Yang besaaarrr....’’
‘’Kalo gitu jadi buket saja ya?’’
Selesai merangkai bunga itu jadi buket bunga, anak kecil itu membawa buket itu agak kewalahan karena buket yang dimintanya lumayan besar.
‘’Bisa apa gak bawanya adik kecil?’’, tanya oenni penjual bunga itu cemas.
‘’Bisa... Bumso bisa kok!!!!’’, kata Bumso yang masih terus berusaha membawa buket bunga itu. Tiba-tiba buket bunga itu diangkat oleh seorang namja.
‘’Hyung bantu ya adik kecil?’’, tawar namja itu. Bumso gak menolak dan membiarkan namja itu membantunya. Lalu mereka meninggalkan toko bunga itu. Bumso dan namja itu mengobrol macam-macam.
‘’Jadi namanya Kim Bumso ya?’’, kata namja itu.
‘’Ne/iya! Bumso masih tk nol kecil lho!’’, kata Bumso semangat.
‘’Kalo nama appa/papa siapa?’’
‘’Hahaha, kok panggil appa sih? Namaku Choi Minho. A, ne/ohya bunga ini buat siapa Bumso?’’
‘’Ini buat oemma! Bentar lagi ultahnya Sonyul oemma!’’, seru Bumso yang membuat Minho terpaku dengan perkataan anak kecil itu.
‘’Oemmamu pasti senang ya? Lalu, kok Bumso beli bunganya sendirian?’’
‘’Begini, Bumso mau kasih kejutan ke oemma makanya oemma gak boleh tau!’’, bisik Bumso.
‘’Apa oemmamu gak khawatir??’’
‘’Ah, bentar lagi kita sampe di rumah! Itu rumah Bumso!’’, seru Bumso sambil menunjukkan rumahnya.
Minho hanya diam menatap rumah Bumso. Bumso mengajaknya masuk tapi dia menolak.
‘’Ayo appa/papa masuk! Bumso kenalkan sama oemma!’’, ajak Bumso.
‘’Mianeyo, Bumso! Tiba-tiba appa ada urusan! Lalu, ini berikan bunganya ke oemmamu ya?’’
‘’Jadi appa gak bisa ya?’’, kata Bumso wajahnya terlihat sedih.
‘’Mianeyo, kapan-kapan aja ya? Salam buat oemmamu’’, kata Minho pamit meninggalkan Bumso.
Tiba-tiba ada yeoja/cewek keluar dari rumah itu.
‘’Aigu, Bumso kemana aja??? Oemma khawatir!!’’, seru Sonyul.
‘’Oemma/mama!!! Ini!’’, seru Bumso sambil menyerahkan bunga itu ke Sonyul.
‘’Bumso, ini apa...???’’
‘’Ini hadiah buat ultah Sonyul oemma!’’
‘’Aigu/wah, ada-ada aja kamu! Kan masih beberapa hari lagi!’’
‘’A,ne/ohya oemma tadi Bumso di bantu bawa bunga ini sama appa lho!’’
‘’Appa/papa?? Nuguya/siapa??’’
‘’Tadi kita ketemu di toko bunga dan bantu Bumso bawa bunga ini! Appa itu baiiik banget deh oemma! Tapi appanya sudah pergi’’
‘’Sayang ya? Padahal oemma juga mau tau siapa appa itu!’’
Gak jauh dari sana, ada seorang namja yang diam-diam mencuri dengar percakapan Sonyul dan Bumso.
‘’Sonyul....???’’
***
‘’Annyeonghaseyo/halo?’’
‘’Ah, Seohyun noona!’’, seru Minho saat tau orang yang menyapanya.
‘’Sudah lama ya kita gak ketemu? Gimana kamu sekarang?’’
‘’Yah, beginilah.. Kerja di toko’’, jawab Minho saat dia duduk di taman.
‘’Syukurlah kamu sehat. Sudah berapa tahun ya? Rasanya aneh’’
‘’Katanya noona mau menikah sama Yonghwa hyung ya?’’
‘’Eng.. yah begitulah.. Lalu, bagaimana kamu dengan Sulli?’’
Minho hanya diam.
‘’Mianeyo, Minho aku gak bermaksud menyinggungmu’’, kata Seohyun oenni gak enak.
‘’Gwaenchanayo noona/gak apa-apa kak... Kami sudah gak berhubungan lagi kok’’
‘’Apa gak apa begitu saja berpisah dengannya?’’
‘’Gak juga sih, mulanya sulit tapi karena anak itu sudah positif gak ada lagi yah... makanya aku ambil keputusan ini’’
‘’Apa kamu sudah ketemu Sonyul?’’
‘’Aku gak tau harus ketemu atau gak’’
‘’Waeyo/kenapa?’’
‘’Molla/gak tahu. Kurasa kebahagiaannya sekarang gak pantas aku rusak’’
‘’Apa kamu masih mencintainya? Mianeyo/maaf ya kalo pertanyaanku aneh’’,tanya Seohyun oenni ragu.
‘’Jongmal/sangat. Jongmal saranghanta/sangat mencintainya... tapi itu sudah gak mungkin kan?’’
‘’Tapi gak ada yang melarangmu mencintainya kan? Minho, aku tau kamu pasti gak suka ini... aku merasa takdirmu cukup membuatku menangis’’
‘’Yah... mungkin ini memang jalanku’’
***
‘’Horeeeee, Flaming Charisma kita come baaackkk!!’’, seru Key oppa sambil jingkrak-jingkrak kayak anak kecil.
‘’Huwaaaaaaa, Minho hyuuuuung’’, seru Taemin menangis sambil memeluk Minho.
‘’Selamat datang kembali Minho! Kamu kelihatan beda ya sekarang?’’, tanya Onew oppa.
‘’Tereteteeeeet, Choi Minho! Lama gak lihat kamu nih!’’, seru Jonghyun oppa.
‘’Gomawo/makasih semuanya! Aku kangen kalian’’, seru Minho.
‘’Dimana kamu sekarang? Lalu, kamu dengan Sulli gimana?’’, tanya Key oppa.
‘’Aku sekarang kerja di toko roti. Kami sudah lama berpisah’’
‘’Heeeee?????? Sejak kapan???’’, seru semuanya.
‘’Yah, hampir empat tahun yang lalu’’
‘’Lalu anakmu gimana?? Kok bisa pisah??’’, tanya Jonghyun oppa.
‘’Anak itu sudah gak ada karena waktu itu Sulli keguguran. Mulanya sulit untuk berpisah tapi semenjak anak itu gak ada lagi makanya kami bisa berpisah’’
‘’A, ne/oh iya hyung katanya Sonyul noona punya anak lho!’’, seru Taemin yang langsung dibekap Onew oppa.
‘’Aku sudah tau kok!’’
‘’Memangnya kamu tau dia sudah menikah ya???’’, tanya Key oppa.
‘’Lalu, kamu bagaimana?’’, tanya Jonghyun oppa.
‘’Mungkin aku akan memulai hidupku yang baru’’
‘’Hyung, apa masih mencintai Sonyul noona??? Aigu/aduh, Onew hyung jangan bekap-bekap nah! Sesak!’’, seru Taemin yang mau dibekap Onew oppa lagi.
‘’Kalo aku bilang tidak, berarti aku bohong’’, kata Minho dengan wajah tersenyum lembut.
‘’Ah, bukannya hari Sabtu ada acara ultahnya Sonyul?’’, seru Onew oppa.
‘’Kamu ikut aja ya Minho?’’, seru Key oppa.
‘’Ne/iya! Kan kita bisa reunian!’’, timpal Jonghyun oppa.
‘’Gak menerima penolakkan ya hyung?’’, seru Taemin yang membuat mereka tertawa.
Hari Sabtu tiba. Acaranya ultah Sonyul hari ini rame. Keluarga dan teman-teman Sonyul berdatangan.
‘’Ya/hei! Sonyul!’’, seru Hyurin bersama suaminya Kwon Jiyong aka G-Dragon.
‘’Hyurin! Jiyongsshi oppa!’’
‘’Saengil chukahamnidaaaa/selamat ulang tahun!!! Ini hadiahnya!!’’
‘’Woaaah, apa ini?? Gak aneh-aneh kan?’’
‘’Ya gaklaaaah! Mana Kim bum oppa?’’
‘’Di dalam. Main sama Bumso’’
Jiyong oppa membisiki Sonyul sesuatu.
‘’Ada hadiah yang bikin kamu pasti sangat, sangat terkejut deh!’’
‘’??? Apa itu??’’
‘’Aigu oppa/aduh kakak! Jangan dikasih tau dulu! Ntar kamu lihat sendiri ya?’’, kata Hyurin.
Sonyul gak ngerti apa yang diomongin mereka barusan. Gak lama, pesta ultah Sonyul dimulai. Dimulai dengan nyanyi bersama lalu meniup lilin dari kue ultah. Setelah make a wish, mereka semua pada iseng memakaikan krim kue itu ke muka Sonyul dan mereka saling membalas. Puas main, para tamu memberikan masih ada yang memberikan kado ke Sonyul.
‘’Annyeonghaseyo Sonyul onnieee/halo kak!’’, seru Jiyoung yang baru datang.
‘’Jiyoung??? Annyeonghaeseyo!!’’
Mereka berpelukan melepas rindu.
‘’Saengil chukkahamnida oenni/selamat ulang tahun kak!!’’
‘’Gomawo/makasih!!! Sendirian aja nih??’’
‘’Dia disana kok! Sengaja kusuruh datang duluan!’’
‘’Waeyo/kenapa? Kalian bertengkar?’’
‘’Ckckck! Gak kok oenni! A, ne Jiyoung masih punya kado yang lain lagi lho?’’
‘’??? Apa itu???’’
‘’Bentar ya oenni!’’, seru Ji Young lalu menarik seseorang dari kejauhan.
‘’Sonyul oenni!!!’’, panggil Ji Young memperlihatkan siapa yang dia panggil.
‘’Sonyul?’’, seru namja/cowok itu.
Sonyul terpaku saat dia tau siapa yang memanggilnya barusan.
‘’Minho??? Choi Minho Waeyo/kenapa???’’, seru Sonyul gak percaya.
‘’Ah, appaaaaa/papa!!!’’, seru Bumso saat melihat kehadiran Minho dan datang ke arahnya.
‘’Choi Minho kan?’’, tanya Kim bum oppa saat melihat Bumso mendatangi Minho.
‘’Ya/hei! Ya! Ya! Kayaknya kami ketinggalan acara reuninya nih!’’, seru Jonghyun oppa bersama member Shinee lainnya.
‘’Oemma, oemma/mama! Ini appa yang kemarin bantuin Bumso bawa bunga buat oemma kemarin!’’, seru Bumso.
‘’Wah, wah jadi Flaming Charisma kita sudah ketemu duluan nih sama Bumso??? Ckckck!’’, seru Key oppa.
‘’Ottaeyo/gimana Sonyul??? Ini hadiah dari kami semua lho!’’, seru Jiyong oppa yang langsung disikut Hyurin karena ada Kim bum oppa di sana.
‘’Sonyul oenni mianeyo/maafkan kak kalo kami gak kasih tau yaaa... oenni gak marah kan?’’, tanya Ji Young.
Sonyul hanya tersenyum dan menggeleng.
‘’Wae noona/kenapa kak? Apa gak suka sama hadiah dari kami?’’, tanya Taemin.
‘’Ne/iya! Apa oenni marah???’’, tanya Ji Young yang langsung dibisiki Hyurin.
‘’Anio/gak... aku... aku kaget! Sangat kaget... hahaha’’, kata Sonyul yang berusaha tersenyum. Kim bum oppa hanya diam aja. Membuat Sonyul serba salah sama keadaan.
‘’Yeorobun/semua! Kan kita sudah kumpul, gimana kalo kita main game??’’, usul Key oppa yang sepertinya semangat sekali. Matanya sampe berbinar-binar begitu.
‘’Mau main apa oppa?’’, tanya Ji Young.
‘’Hahahaha, pokoknya tenang aja! Ikutin aku aja ya? Aku sudah terpikir permainan bagus!’’
Mereka yang gak tau apa itu ngikut aja. Yang sudah tau ya memulai persiapannya.
‘’Gimana semuanya sudah ambil nomornya? Nomor yang sama dengan kalian itulah pasangan kalian ya?’’, kata Key oppa memberikan pengarahan.
‘’Wuaaah, Sonyul noona nomornya sama Minho hyung!!!’’, seru Taemin yang membuat mereka semua berpaling ke arah Sonyul dan Minho.
‘’Jinca/serius?? Kok bisa ya??’’, tanya Jonghyun oppa.
‘’Apa gak terlalu kebetulan???’’, seru Daesung oppa.
Sonyul yang sadar kalo dari sikon yang ada gak enak, dia hanya bisa diam aja. Rasanya dia sekarang diposisi membingungkan. Teman-teman yang ribut langsung dialihkan oleh Hyurin.
‘’Ya/hei! Ya! Gak usah ribut napa? Yang pasti mungkin ini kebetulan dan gak usah dibahas deh! Mending kita mulai pertandingannya!’’, seru Hyurin.
‘’Ne/iya! Ne! Aigu/waduh... gitu aja ribut amat sih? Nah kita mulai pertandingan bolanya ya???’’, seru Key oppa yang gak enak saat gak sengaja lihat ekspresi Kim bum oppa yang gak ada reaksi tapi kelihatan kesal ke mereka.
Daftar Pasangan yang akan bertanding
Hyurin-Daesung
Ji Young-Jonghyun
Taemin-Jiyong
Kim bum-Onew
Sonyul-Minho
Key oppa gak ikutan karena jadi juri dan jagain Bumso. Pasangan undian yang sama sekali bukan keinginan mereka malah membuat suasana jadi aneh. Khususnya bagi Sonyul. Kenapa di saat begini dia berpasangan dengan Minho di depan suaminya, Kim bum??? Kayak di sengaja aja tapi kayaknya bisa aja mungkin melihat teman-temannya yang iseng. Tapi teman-temannya apa gak berpikir ini bakalan jadi bom waktu baginya ya? Kalo iya begitu tega banget deh mereka! Pikir Sonyul. Serasa di jodohkan dengan orang yang sudah tidak mungkin bersamanya. Sonyul jadi gelisah karena takut setelah ini mungkin dia bakalan perang dingin dengan suami karena kedatangan tiba-tiba mantan namja chingunya ini.
Pertandingan sudah berjalan cukup lama. Hyurin-Daesung menang dari Ji Young-Jonghyun dan saatnya Sonyul-Minho bertanding. Kecanggungan di antara mereka terjadi lagi bahkan lebih parah daripada bertemu pertama kali dulu. Sonyul berusaha tidak terlalu sering bertemu pandang atau gak sengaja memandang Minho. Sonyul hanya bersikap sewajarnya yang bisa dia lakukan. Tapi yang ada malah dia malah kebingungan sendiri. Sudah merasa asyik dengan pertandingan jadi malah lupa harus bersikap seperti apa. Karena terlalu gugup, bola yang mau ditahan pake mulut mereka masing-masing jadi tidak ketangkap. Habisnya main bolanya ini bukan pake kaki tapi pake mulut. Di lempar dan ditahan pake mulut. Ini hal yang paling gak bisa dihindari saat main bola cara ini, gak sengaja bersentuhan bibir! Aigu/waduh!
Yang lain sudah pada gak sengaja ngerasain bibir partnernya. Yang jelas semua pada heboh saat itu terjadi. Dan sekarang bakalan terjadi pada pasangan Sonyul-Minho yang gak sengaja jadi partner. Kecanggungan mereka masih terus berlangsung tapi mereka berpikir kalo gini terus bisa kalah ya akhirnya mereka fokus pengen menang jadi melupakan hal itu. Kayak sekarang, saat bola itu di lempar oleh Hyurin, Sonyul yang berusaha menahan bolanya masuk ke gawang pake kepalanya jadi gak sengaja berbenturan dengan Minho yang berusaha menahan pake mulutnya. Alhasil kayak Minho lagi nyium kepala Sonyul padahal tidak sengaja. Apa gak langsung heboh para penonton alias teman-teman mereka saat melihat perubahan sikap Sonyul-Minho yang mulai gak canggung lagi. Kecanggungan yang memudar di antara mereka membawa hasil yaitu bisa masuk babak final.
Entah ini kebetulan ato takdir pasangan Sonyul- Minho melawan pasangan Kim bum-Onew oppa. Hasil yang diluar dugaan. Sonyul yang sadar kalo daritadi dia terlalu asyik bermain jadi lupa sama sikon sebenarnya. Kepercayaan diri Sonyul agak memudar saat tau yang dilawannya siapa. Saat pertandingan kelihatan sekali Sonyul gak fokus. Minho akhirnya bertanya ada apa tapi Sonyul hanya menggeleng dengan senyum tersungging di bibirnya. Pertandingan dimulai lagi dan Sonyul masih belum berubah. Teman-temannya yang sadar kenapa Sonyul begitu meneriakinya dan memberi semangat.
‘’Ya/hei! Sonyul gak usah terlalu serius! Ini hanya mainan aja! Hwaiting/semangat!’’, seru Hyurin.
‘’Ne/iya! Ayo semangat! Hwaiting/semangat!’’, teriak yang lainnya juga.
Sonyul jadi tersadar karena kata-kata teman-temannya itu. Bukankah mereka semua berteman? Jadi mau dia dapat pasangan siapa pun itu gak masalah kan? Sonyul akhirnya kembali pede dan fokus ke pertandingan yang membuat mereka kebobolan karena dirinya. Sudah setengah pertandingan final berjalan tapi skor terus saling mengejar. Kedua pasangan gak mau kalah. Bola yang seharusnya masuk ke gawang lawan terus ditahan sampe bolanya out beberapa kali. Dan sentuhan bibir yang gak disengaja antar partner terus terjadi karena masing-masing saling menahan bola supaya gak masuk. Kayak sekarang Onew oppa mau masukin bola ke gawang Sonyul-Minho, bola dilemparnya dengan cepat tapi berhasil ditahan mereka berdua tetapi ya itu ternyata insiden ciuman tidak disengaja itu akhirnya benar terjadi antara Sonyul dan Minho yang sebenarnya hanya mau menahan bolanya. Posisi Sonyul yang sudah menangkap bolanya, dan Minho yang ikutan menahan bolanya sudah ada di antara bibir mereka itu bikin semuanya histeris. Jadi bolanya itu ada di tengah bibir Sonyul dan bibir Minho yang menahan bolanya. Sadar karena bibir mereka gak sengaja bersentuhan, refleks mereka buang muka masing-masing. Sonyul wajahnya jadi memerah dan Minho yang jadi salting. Pertandingan jadi terhenti sebentar karena heboh kejadian tadi.
‘’Ya/hei! Ya! Mau lanjut gak? Ribut aja nih semuanya!’’, tegur Hyurin yang sebenarnya masih terbawa tapi dia buru-buru cepat tersadar karena melihat sikon gak enak disana.
Semua memulai lagi tapi masih ketawa ketiwi aja di tempat. Pertandingan masih berlanjut dan insiden ciuman gak sengaja masih terjadi lagi. Kalo yang ini Sonyul yang ikutan menahan bola yang sudah ditahan Minho jadi seperti Sonyul yang mencium Minho dan lagi-lagi heboh. Sonyul makin kacau karena sikon tambah gak enak tapi dia mau menang juga. Kim bum oppa sendirilah yang daritadi hanya diam tanpa reaksi saat melihat insiden gak di sengaja itu. Karena antar pasangan saling ngotot diadakan tendangan penalti. Skor yang seimbang membuat semua deg-degan gak keruan. Tapi saat melihat Onew oppa gagal memasukkan bola terakhirnya ke gawang lawan, sudah dipastikan bahwa pasangan Sonyul-Minho menang!!! Refleks Sonyul dan Minho saling kompakan dan saat sadar akan apa yang mereka lakukan mereka jadi diam lagi.
‘’Ok! Karena sudah dipastikan bahwa yang memenangkan pertandingan bola kali ini adalah pasangan Sonyul-Minho maka akan aku serahkan hadiahnya buat pemenang kita kali ini! Tiket untuk pasangan ke taman bermain!’’, kata Key oppa berlagak kayak MC.
‘’Sonyul ini tiket buatmu aja ya!’’, kata Minho menyerahkan tiketnya ke Sonyul.
‘’Eh, tapi kan kamu ikut bertanding!’’, seru Sonyul ragu.
‘’gwaenchanayo/gak apa-apa... anggap aja ini buat Bumso ya?’’, jawab Minho.
‘’Hayo, hayo lagi ngomongin apa nih? Jangan main rahasian segala ah!’’, goda Key oppa diikuti yang lain.
‘’Anio/gak, kami gak ngomong apa-apa kok!’’, kata Sonyul menghindar dari sana dan mendatangi Bumso.
‘’Wah, wah kayaknya ada yang CLBK nih!’’, seru Jonghyun oppa sambil merangkul Minho.
‘’Wae/kenapa? Pikiran kalian jangan aneh-aneh deh!’’, kata Minho cuek.
‘’Hyung/kakak, sebenarnya hyung senang kan tadi bisa berpasangan dengan Sonyul noona? Aku tau kok!’’, timpal Taemin.
‘’Ya/hei! Jangan-jangan kalian ya sengaja memasangkan kami berdua?’’, tanya Minho melototin teman-temannya satu per satu. Curiga.
‘’Anio/gak! Kami malah suprise banget pas tau kalian jadi pasangan!’’, jelas Onew oppa sambil mengibaskan kedua tangannya bertanda ‘tidak’ ke Minho.
‘’Jadi siapa yang....’’, kata Minho yang masih mencari pelakunya.
‘’Aku kok oppa!’’, seru Ji Young santai.
‘’Heeeh????????’’, seru semuanya kaget melihat ke arah Ji Young.
‘’Wah, ternyata yeodongsaeng/adik cewekmu lebih cepat dari kami ya?’’, seru Jonghyun oppa.
‘’Ottae oppa/gimana kakak? Hembokkayo/senang?’’, tanya Ji Young dengan senyum usil. Minho memegangi kepalanya yang kelihatannya pusing banget.
‘’Kayaknya oppamu pusing berat deh! Sampe gak bisa jawab!’’, kata Daesung oppa.
Di tempat Minho dkk semua ketawa ketiwi karena ulah Jiyoung yang usil bin ajaib. Sedangkan di tempat Sonyul...
‘’Kim bum oppa apa kamu marah?’’, tanya Sonyul yang agak takut melihat diamnya Kim bum oppa sejak tadi.
‘’Anio/enggak... gwaenchanayo/gak apa-apa..’’, jawab Kim bum oppa yang berusaha tersenyum walau tetap terlihat kaku.
‘’Oemma, oemma/mama! Kita main ke taman bermainnya sama siapa aja??’’, tanya Bumso.
‘’Kita kesana sama-sama kok!’’, jawab Sonyul.
‘’Appa, appa/papa! Appa ikutan gak?’’, tanya Bumso ke Kim bum.
‘’Miane/maaf, Bumso! Appa sibuk jadi gak bisa!’’, kata Kim bum sambil membelai kepala anaknya.
‘’Kalo gitu, Minho appa boleh ikutan gak?’’, tanya Bumso yang membuat Sonyul dan Kim bum oppa saling pandang.
‘’Appa, appa/papa! Kata Kim bum appa, Minho appa boleh ikutan Bumso ke taman bermain!’’, kata Bumso sambil menarik baju Minho. Semua kelihatan terkejut saat mendengar pernyataan Bumso.
‘’Jinca/seriusan? Tapi, mianeyo/maaf... Bumso! Appa sibuk bekerja!’’, tolak Minho halus.
‘’Waeyo/kenapa? Appa/papa harus ikut! Pokoknya ikuuuut!!!’’, paksa Bumso dengan wajah merengut.
‘’Aigu/aduh, Bumso jangan begitu! Kita ke tamannya berdua juga gak apa ya, nak?’’, bujuk Sonyul.
‘’Shiro/gak mau! Habis Kim bum appa kan gak bisa masa gak boleh ajak Minho appa?’’, kata Bumso yang masih tetap keras pada pendiriannya.
‘’Sudah, kesana aja oppa! Susah amat menyenangkan hati anak kecil!’’, seru Jiyoung.
‘’Ne/iya! Kan Bumso sendiri yang minta!’’, seru Jiyong oppa. Karena terus didesak Minho menyerah.
‘’Yaudah, appa janji bakalan pergi kesana Bumso!’’, kata Minho sambil mengelus kepala Bumso.
‘’Yei, yei! Pokoknya Bumso tunggu ya appa!!!’’, kata Bumso yang langsung memeluk Minho.
Seusai pesta, mereka masih mengadakan reunian mereka dan duduk di taman belakang rumah Sonyul.
‘’Wah, kangen banget sama suasana ini ya?’’, seru Key oppa.
‘’Kalian masih ingat gak kita sering main game saat kayak gini?’’, seru Jonghyun oppa.
‘’Ne/ya! Udah gitu hukumannya aneh-aneh pula!’’, timpal Hyurin.
‘’Sonyul noona sama Minho hyung tuh yang sering kena!’’, kata Taemin.
‘’Itu kan gara-gara kalian juga! Seenaknya menjebak orang!’’, kata Minho.
‘’Mana yang lainnya? Kok hanya kita nih?’’, tanya Onew oppa sambil celingak celinguk mencari.
‘’Kalo misuaku pulang karena sibuk, kalo Ji Young langsung pulang tuh! Katanya siap-siap buat besok! Mau kencan kali sama Daesung oppa!’’, jelas Hyurin.
Muncullah Sonyul dari dalam rumahnya menghampiri mereka.
‘’Ya/hei! Kok lama? Bumso sudah tidur ya?’’, tanya Key oppa.
‘’Keunyang/jadi gini. Kelihatannya dia capek banget hari ini’’, kata Sonyul.
‘’Mana suamimu? Dia marah gak karena pertandingan tadi?’’, tanya Jonghyun oppa.
‘’Kim bum oppa nemenin Bumso! Apa maksud oppa tanya gitu? Ya.. gaklah!’’, jawab Sonyul sekilas melihat ke Minho.
‘’Hebat banget oppa gak marah! Mungkin oppa bohong?’’, tanya Hyurin.
‘’Kok bilang gitu sama oppamu sendiri! Kuharap gak sih!’’, kata Sonyul.
‘’Yaelah mana ada namja/cowok yang lihat istrinya sama namja lain gak cemburu? Perlu dipertanyakan kalo gak!’’, timpal Key oppa.
‘’Kalian ini benar-benar bermuka badak kali ya kalo bisa dibilang! Kok omongin itu di depan orangnya!’’, seru Minho.
‘’Lho, bagus kan daripada di belakang! Kan dosa!’’, kata Key oppa gak mau kalah.
‘’Gaya banget loe Key! Kayak tau aja apa itu dosa!’’, seru Jonghyun oppa.
‘’Sonyul noona, kayaknya Bumso suka banget sama Minho hyung deh!’’, kata Taemin.
‘’Ne/iya! Buktinya dia ngajak gitu aja padahal ada appanya!’’, kata Onew oppa.
‘’Aku juga agak kaget karena Bumso susah dekat sama orang yang baru dikenalnya. Eng... mianeyo/maaf Minho oppa! Bumso baru kali ini begitu!’’, kata Sonyul.
‘’Anio/gak, aku juga senang kok sama anak kecil! Jadi gak masalah!’’, jawab Minho.
‘’Kok, bicara kalian seformal ini sih? Sejak kapan kamu manggil Minho jadi ‘Minho oppa gitu’?’’, tanya Hyurin penuh selidik.
‘’Ne/iya, aneh deh kalian berdua! Kayak baru pertama kali ketemu aja! Ini sih lebih parah daripada yang dulu!’’, seru Key oppa sambil memandang dengan pandangan aneh.
‘’Anio/enggak, gak ada maksud apa-apa kok! Hanya berusaha sopan aja!’’, jelas Sonyul.
‘’Ya ampun ngapain sih begitu? Kita kan sudah temenan lama! Biasa aja kali!’’, jawab Jonghyun oppa.
Kecanggungan Sonyul dan Minho terjadi lagi dan lebih parah mungkin keadaan yang sudah banyak berubah. Teman-teman mereka juga sebenarnya gak mau itu terjadi tapi apa boleh buat. Mereka gak bisa berbuat banyak mengingat status masing-masing sudah banyak berubah. Kenangan yang dulu mungkin gak bisa bangkit lagi bahkan hanya akan jadi kenangan. Sonyul dan Minho mungkin mereka dulu sepasang kekasih tapi sekarang? Entah di dasar hati mereka apa masih ada perasaan itu meskipun tau itu gak boleh ada. Teman-teman mereka yang iseng mengoloki tentang CLBK. CLBK alias Cinta Lama Bangkit Kembali mungkin ada ato masih ada di antara salah satunya ato malah dikeduanya tapi itu sudah gak mungkin terjadi lagi. Perasaan gak akan mati tapi kalo takdir bicara lain kita bisa apa?
***
Hari ini hari yang telah dijanjikan Sonyul dan Minho untuk mengajak Bumso ke taman bermain. Mereka bersiap-siap pergi dari rumah masing-masing ke tempat taman bermain itu. Kalo bukan karena Bumso merengek terus, Sonyul dan Minho pasti menolak. Bukannya apa, hubungan di antara mereka sudah gak seperti dulu dan hanya tinggal masa lalu.
Pukul dua belas siang, mereka ketemuan di depan taman bermain itu. Minho mengenakan jas dan kaos serta celana panjang dan juga sepatu yang biasa dia kenakan. Penampilan yang umumnya dipakai namja dewasa. Lalu Sonyul mengenakan dress selutut berwarna orange yang manis dan sepasang sepatu yang serasi. Gak lupa rambutnya diikat sedikit kebelakang dan dihiasi pita yang sama dengan warna pakaiannya. Dan Bumso mengenakan pakaian yang umumnya dipakai anak sebayanya. Mereka benar-benar kelihatan seperti satu keluarga yang ingin jalan bareng di hati libur.
‘’Minho appa/papa!!’’, seru Bumso saat melihat sosok Minho yang berdiri di depan taman bermain itu.
‘’Annyeonghaseyo/halo! Dari tadi ya nunggunya?’’, tanya Sonyul sambil menggendong Bumso.
‘’Annyeonghaseyo/halo! Anio/gak, aku juga baru datang! Annyeong Bumso!’’, kata Minho.
‘’Kalo gitu kita kemana dulu nih?’’, tanya Sonyul.
‘’Aku terserah aja!’’, kata Minho sambil bermain dengan Bumso.
‘’Kalo gitu kita makan siang dulu ya? Lagipula sekarang sudah jam dua belas!’’, saran Sonyul.
Mereka lalu pergi ke sebuah restoran yang berada di taman bermain itu. Mengisi perut mereka yang kosong lalu bermain sepuasnya. Bumso yang sedari tadi memang gak sabar ingin main jadi kesana kemari dan mereka berdua kerepotan. Bumso main dari mobil-mobilan sampe main balap motor. Bumso yang memang keranjingan main gak merasa lelah sedangkan yang jagain sudah ngos-ngosan. Untunglah ada tempat dimana anak bisa dititipkan untuk bermain sekaligus belajar jadilah Bumso dititipkan disana sementara Sonyul dan Minho beristirahat.
‘’Aigu/wah, anakmu aktif banget ya?’’, seru Minho.
‘’Ne/iya! Pokoknya harus kuat deh jagain dia soalnya gak bisa diem! Appa/papanya aja kadang kewalahan!’’, kata Sonyul.
Hening. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Keanehan terjadi lagi di antara mereka.
‘’Sonyul, mianeyo/maaf ya’’, kata Minho tiba-tiba.
‘’Waeyo? Kok tiba-tiba...?’’, kata Sonyul gak ngerti.
‘’Mianeyo/maaf buat semua yang pernah aku lakukan padamu. Aku tau aku gak pantas bicara begini tapi aku merasa aku perlu mengatakannya padamu’’, kata Minho dengan wajah yang sedih.
‘’Ah, itu kan sudah masa lalu! Gak perlu diingat lagi kok! Aku gak apa-apa kok! Jongmal/beneran! Lihat aku sekarang kalo gak percaya!’’, kata Sonyul berusaha meyakinkan Minho. Minho hanya tersenyum.
‘’Lalu, kita sekarang di taman bermain kan?’’, kata Minho.
‘’Ne/ya? Wae/kenapa?’’, tanya Sonyul yang masih gak paham maksud Minho. Minho hanya menatap Sonyul dan seperti mengatakan sesuatu lewat pandangannya itu. Entah kenapa Sonyul langsung mengerti.
‘’Sonyul, gwaenchanayo/gak apa-apa?’’, kata Minho menyodorkan minuman ke Sonyul.
‘’Ne, gwaenchana/iya gak apa-apa’’, kata Sonyul sambil duduk di bangku taman.
‘’Jinca/benar? Tapi wajahmu pucat!’’, kata Minho khawatir.
‘’Hahaha, anio/gak. Gwaenchana/gak apa-apa’’, kata Sonyul yang berusaha mengelak.
‘’Mianeyo/maaf, aku gak tau kalo kamu gak bisa naik jet coaster!’’
‘’Ah, anio/gak! Oppa gak salah kok! Aku yang salah kenapa malah naik jet coaster padahal aku gak suka!’’, jelas Sonyul.
Saat Minho dan Sonyul sedang asyik dengan pembicaraan mereka, mereka gak sadar kalo ada yang mengikuti mereka dari tadi dan bersembunyi gak jauh dari mereka.
‘’Ya/hei! Mereka ngomong apa? Gak kedengaran!’’, seru Key oppa sambil memasang telinganya.
‘’Ssst, jangan ribut ah! Ya! Jangan dempetan! Sempit tau!’’, seru Hyurin sambil mengacungkan telunjuknya di depan bibirnya ke teman-temannya.
‘’Hyung, aku juga mau lihat!’’, kata Taemin berusaha mencari tempat yang bagus untuk mengintip.
‘’Taem, jangan banyak gerak nah!’’, seru Onew oppa.
‘’Ya/hei! Kalian ini bisa diam kagak?’’, seru Jonghyun oppa gak mau ketinggalan.
Mereka yang terus sibuk dan ribut dengan posisi masing-masing jadi gak konsen melihat Minho dan Sonyul kemana perginya. Ternyata mereka sedang melewati wahana yang katanya baru buka. Karyawan yang melihat Minho dan Sonyul langsung menawari mereka untuk mencoba. Keduanya setuju dan mencoba. Dan ternyata setelah dilihat adalah rumah hantu. Mereka saling pandang dan akhirnya masuk.
‘’Wah, ternyata gak seperti di luar ya? Di dalam gelap banget!’’, seru Minho.
‘’Ne! Aigu/aduh, hawanya juga dingin! Ini sih gak kelihatan kayak covernya!’’, kata Sonyul.
Di belakang mereka sudah ada anggota Shinee dkk plus Hyurin yang mengikuti. Karena mereka sembunyi-sembunyi mereka sendiri jadi nyusahin diri deh. Taemin yang penakut mau teriak saat melihat ada hantu boneka yang ada di sana. Karena gak mau ketahuan Minho dan Sonyul, mereka membekap Taemin. (Kasihan banget tuh Taemin, mau teriak kok malah dibekap! Kalo author digituin, tinggal dilempar pake batu gunung!!! Jiiiiiah!!!)
Minho dan Sonyul yang diikuti untung aja gak sadar. Mereka masih melanjutkan perjalanan mereka.
‘’Gak terlalu seram tapi gelap banget ya?’’, kata Minho.
‘’Ne/iya!’’, kata Sonyul yang berjalan di samping Minho.
Mereka berjalan terus melewati berbagai rintangan. Karena makin jauh jadi makin gelap. Suasana juga jadi tegang. Shinee dkk dan Hyurin pun gak ketinggalan mengikuti Minho dan Sonyul meski banyak kejadian konyol saat mereka bersama. Karena gak terlalu perhatikan depan, kaki Onew oppa gak sengaja diinjak Jonghyun oppa. Dasar emang Onew oppa juga gak mau bilang ada apa malah ditahannya sendiri. Hyurin yang melihat keanehan itu menegurnya.
‘’Ya! Waeyo oppa/kenapa kak? Kok kayak mau nangis gitu? Sakit?’’, tanya Hyurin.
Onew oppa hanya geleng kepala tapi wajahnya masih terlihat menderita.
‘’Ssst, kalian jangan ribut! Ntar ketahuan!’’, seru Key yang memimpin di depan.
‘’Aigu/wah, noona aku takuuuuuut!!!’’, seru Taemin yang terus mengapit tangan Hyurin.
‘’Ya/hei! Jangan ribut Taem!’’, seru Jonghyun oppa.
‘’Onew oppa, waeyo/kenapa? Bilang dong! Palli/cepetan!’’, paksa Hyurin.
‘’Waeyo/kenapa? Kok ribut sih?’’, seru Key oppa yang terganggu dengan keributan mereka.
Onew oppa yang gak bisa bilang ada apa hanya menunjuk ke bawah dan otomatis semua mata mengikuti arah jarinya menunjukkan kemana.
‘’Aigu/waduh, mianeyo hyung/maafin kak gak sengaja!’’, seru Jonghyun yang tersadar lalu mengangkat kakinya. Semua yang lihat bukannya merasa kasihan dengan nasib Onew oppa tapi malah ketawa. Geli dengan ekspresi Onew oppa yang kelihatan menderita.
‘’Ya/hei! Kalian jahat! Masa teman menderita kok di ketawain?’’, protes Onew oppa.
‘’Abisnya, oppa ditanyain gak bilang ada apa malah diem aja!’’, kata Hyurin.
‘’Sudah ketawanya! Ntar kita kehilangan jejak!’’, kata Key oppa mengingatkan. Lalu mereka melanjutkan misi menguntit mereka. Minho dan Sonyul yang ada di depan masih melanjutkan perjalanan walau keadaan makin serem.
‘’Gwaenchana/gak apa-apa?’’, tanya Minho.
‘’Ne/iya!’’, kata Sonyul.
Ada kejutan di antara perjalanan mereka. Ini lebih mengejutkan dari pertama mereka masuk. Sonyul yang merasa tegang dan gak waspada, gak sadar ada kejutan di dekatnya. Saat dia lewat, tiba-tiba muncul salah satu dari hantu boneka yang mengejutkannya. Otomatis Sonyul kaget dan berlindung di balik Minho.
‘’KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!’’, seru Sonyul yang terkejut dan langsung berlindung dengan Minho. Minho juga kaget tapi bukan karena kejutan di wahana itu tapi karena tiba-tiba Sonyul memeluknya untuk berlindung. Keadaan jadi aneh. Minho jadi bingung harus apa.
‘’Sonyul...? Gwaenchanayo/tak apa-apa...?’’, tanya Minho.
Sonyul langsung sadar apa yang dia lakukan lalu melepaskan pelukkannya dari Minho.
‘’Ah,mianeyo/maafkan! Jongmal mianeyo/maafkan aku! Tadi aku kaget!’’, jelas Sonyul dengan wajahnya yang memerah. Begitu juga Minho.
‘’Aniyo/gak, gwaenchana. Aku juga tadi kaget’’
Sejak keluar dari wahana itu, Minho dan Sonyul diam aja. Bumso yang sudah kelelahan bermain seharian tertidur di pelukkan Sonyul. Berniat mau pulang, mereka gak sengaja melewati kincir raksasa. Sonyul merasakan sakit di hatinya saat melihat kincir raksasa itu.
‘’Kamu mau naik itu?’’, tanya Minho tiba-tiba. Sonyul gak menjawab. Tapi dari ekspresinya berkata kalo dia mau naik.
Setelah di dalam kincir, Minho dan Sonyul masih diam. Melihat pemandangan dari atas kincir. Ketegangan gak sengaja terjadi antara mereka sehingga membuat mereka membisu. Sonyul melihat Minho sekilas yang sepertinya juga hanya fokus menatap ke luar kincir. Sonyul merasakan lagi sakit di hatinya saat berada di kincir ini. Ya, inilah kincir raksasa yang mengingatkannya pada kenangannya bersama Minho. Keadaannya sekarang gak begitu jauh berbeda dengan yang dulu. Mereka bersama naik kincir ini. Tiba-tiba mata Sonyul terasa sembab. Ada airmata yang tertahan di pelupuk matanya yang berusaha di sembunyikan.
Setelah selesai naik kincir, Minho dan Sonyul serta Bumso berpisah di tempat dimana mereka bertemu tadi. Sonyul sudah memesan taksi.
‘’Jongmal gomawoyo oppa/sangat berterima kasih kakak sudah mau menemani kami! Mianeyo, karena keegoisan Bumso oppa jadi susah!’’, kata Sonyul.
‘’Aniyo/gak, justru aku yang berterima kasih karena sudah lama gak begini! Lagipula aku juga senang anak kecil kok!’’, kata Minho.
‘’Kalo gitu kami pamit dulu ya? Oppa juga hati-hati ya! Annyeong!’’, kata Sonyul sambil masuk ke taksi dan berlalu pergi dari tempat Minho.
‘’Ne/ya! Kamu juga! Annyeonghaeseyo/bye bye!’’, kata Minho yang melambaikan tangannya ke arah taksi Sonyul dan Bumso tumpangi.
Sonyul duduk diam di dalam taksi bersama Bumso yang tertidur di pelukannya. Sonyul melihat pemandangan di luar taksi. Tiba-tiba, airmatanya menetes di pipinya. Sonyul berusaha menghentikannya tapi sulit. Dan Sonyul hanya bisa menyalahkan dirinya.
‘’Sonyul paboya/bodoh! Jongmal pabo/sangat bodoh!’’, gumamnya yang berusaha menghentikan airmatanya.
***
‘’Annyeonghaseyo Minho/halo!’’, seru Seohyun oenni menyapa Minho di toko tempat Minho bekerja. Tapi hari ini dia gak datang sendiri. Ada seorang namja bersamanya gak asing lagi.
‘’Annyeonghaseyo/halo Seohyun noona! Ah, hari ini sama siapa?’’, tanya Minho sambil melihat ke arah Seohyun.
‘’Ah, perkenalkan ini Yonghwa oppa!’’, kata Seohyun oenni.
‘’Choi Minho imnida/saya Choi Minho’’, kata Minho mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Yonghwa oppa.
‘’Jung Yonghwa imnida/saya Jung Yong Hwa. Katanya dulu kamu itu tergabung dalam sebuah boybands ya? Aku nonton berita tentangmu!’’, seru Yonghwa oppa. Minho hanya tersenyum.
‘’Kalo begitu kami gak mau mengganggumu! Kami tunggu kamu aja ya!’’, seru Seohyun oenni yang pamit dan berjalan ke meja dia dan Yonghwa duduk.
‘’Ne/iya, tenang aja sebentar lagi aku selesai kok noona!’’, kata Minho.
Gak lama Minho muncul menemui Seohyun oenni dan Yongwa oppa.
‘’Mianeyo/maaf, lama noona, hyung!’’, seru Minho.
‘’Kamu sudah selesai? Ayo kita jalan-jalan keluar!’’, ajak Seohyun oenni.
‘’Eh? Apa gak mengganggu kalian?’’, tanya Minho sambil melihat ke mereka berdua bergantian.
‘’Aniyo/gak, Minho! Justru akulah yang ingin ketemu denganmu!’’, kata Yonghwa oppa.
‘’Sekarang gak masalah kan? Ga ja!’’, kata Seohyun oenni.
Mereka keluar dari toko itu dan berjalan bersama dan mengobrol banyak hal.
‘’Wah, aku gak sangka kamu bisa setegar itu Minho! Kalo aku sih mana mungkin!’’, seru Yonghwa oppa yang salut akan Minho.
‘’Aniyo/tidak, aku hanya berusaha menjalani apa yang aku jalani sekarang! Gak usah muluk-muluk!’’, kata Minho malu.
‘’Lalu, apa kamu gak berpikir akan kembali lagi ke dunia hiburan? Yah, lagipula kan masalah itu sudah lewat!’’, tanya Yonghwa oppa.
‘’Gimana yah hyung! Mungkin masih belum terlalu mikir kesananya tapi memang mungkin suatu hari nanti kalo memang ada kesempatan, aku gak akan menyiakannya lagi!’’, kata Minho sambil memandang lurus ke depan.
‘’Yah, aku doakan aja ya semoga bisa begitu. Dan orang yang namanya Lee Sonyul itu apakah kamu gak mau memperjuangkannya lagi?’’, tanya Yongwa oppa. Minho hanya tersenyum.
‘’Ah, mianeyo/maafkan kalo terkesan mau tau urusanmu lagipula kita kan baru kenal juga! Tapi selama ini Seohyun selalu menceritakan apa pun padaku jadi...’’
‘’Gwaenchanayo/tak apa-apa, hyung! Bukannya gak mau tapi sudah gak mungkin!’’
‘’Eh?’’
‘’Ya, kalian membicarakan apa aja nih?’’, seru Seohyun yang baru kembali dari toilet.
‘’Ah, gak kami hanya berbicara antar sesama namja!’’, jelas Yonghwa oppa.
Deg! Minho merasakan ada yang aneh padanya hari ini. Awalnya hanya sedikit rasa perih dan menusuk di dadanya. Tapi makin lama frekuensinya makin sering dari biasanya yang dia rasakan. Gak biasanya sakitnya terus menerus seperti ini padahal di bawa istirahat sebentar aja sudah hilang tapi ini gak malah makin terasa.
‘’Minho? Waeyo/ada apa? Kok diam?’’, tanya Seohyun oenni.
‘’An.. aniyo/eng.. eggak! Hanya sedikit lelah karena dari pagi aku kerja dan belum istirahat!’’, seru Minho.
‘’Kalo gitu kita duduk dulu di sana ya? Mianeyo/maaf tadi mengajakmu jalan padahal kamu kan sibuk!’’, seru Yonghwa oppa.
‘’Gwaenchanayo hyung/gak apa-apa! Aku senang jalan sama kalian kok!’’
Mereka duduk di bangku taman dan masih mengobrol. Lebih tepatnya Seohyun oenni dan Yonghwa oppa yang mengobrol karena Minho kebanyakan diam. Minho terus menerus berusaha konsen akan obrolan mereka tapi yang ada rasa nyeri dan menusuk di d**a sebelah kirinya makin menjadi-jadi. Dadanya serasa sesak dan diremas dan dia mulai kesulitan bernafas. Kesadaran mulai menghilang tapi dia tetap berusaha sadar.
‘’Minho, Waeyo/kenapa? Apa yang terjadi?’’, tanya Yonghwa oppa yang melihat keanehan Minho sejak tadi.
‘’A.. aniyo/enggak! Gwaen... chana... yo/gak apa-apa!’’, kata Minho yang masih berusaha menyembunyikannya.
‘’Jincayo/beneran? Tapi wajahmu pucat! Apa benar kamu gak apa-apa?’’, tanya Seohyun oenni panik.
Minho masih mengelak dan terus menerus menahan rasa sakit itu. Dia hanya terus menggeleng tetapi mereka tetap gak berhenti bertanya tentang kondisinya. Pandangannya makin kabur dan pendengarannya pun makin minim. Minho jatuh pingsan.
***
Minho berada di suatu tempat yang gak dia kenali. Karena gak tau mau kemana dia hanya terus berjalan sampe suatu saat ada sebuah cahaya di ujung jalan. Dia mengikuti cahaya itu, menemukan ujung jalan itu. Semakin berjalan kesana, cahaya di depannya makin membesar tapi Minho meneruskannya.
‘’...Ho! ...Minho!’’, panggil seorang yeoja dan seorang namja yang sedang menemaninya. Itu Seohyun oenni dan Yonghwa oppa.
Perlahan-lahan mata Minho terbuka dan mulai merasakan keadaan sekitarnya. Terpancar senyum lega di wajah Seohyun oenni dan Yonghwa oppa. Minho yang gak tau ada apa menatap heran ke mereka.
‘’Kamu sudah gak apa-apa?’’, tanya Seohyun oenni.
‘’Aku... dimana?’’, tanya Minho yang melihat keadaan sekelilingnya. Minho bertanya dalam hatinya, kok dia ada di sebuah ruangan seperti kamar rawat inap? Memang apa yang barusan terjadi padanya? Dan kenapa rasanya badannya lemah sekali? Lalu kenapa wajah Seohyun noona dan Yonghwa hyung begitu aneh? Ada apa sebenarnya? Minho terus bertanya-tanya sendiri tapi gak menemukan jawabannya.
‘’Kamu istirahat aja ya? Gak usah mikir yang macam-macam dulu!’’, seru Yonghwa oppa.
Datanglah sonsaengnim/dokter beserta suster setelah tau Minho sadar. Mereka memeriksa Minho tanpa banyak bicara. Minho pun juga diam. Setelah memeriksa, sonsaengnim/dokter memanggil Seohyun oenni dan Yonghwa oppa untuk membicarakan hasil dari analisisnya. Entah kenapa mereka tiba-tiba tegang karena sonsaengnim/dokter itu gak mau menyeritakannya di depan Minho dan malah menyuruh mereka ke ruangannya.
‘’Jadi bagaimana keadaan Minho, sonsaengnim/dokter?’’, tanya Seohyun yang kelihatan was-was.
‘’Kalian siapanya Minhossi?’’, tanya sonsaengnim/dokter.
‘’Kami teman baiknya Minho! Apa ada sesuatu sampe sonsaeng memanggil kami?’’, tanya Yonghwa oppa yang ikutan was-was.
‘’Begini, apa selama ini Minhossi gak pernah melakukan chek up rutin?’’, tanya sonsaengnim/dokter lagi.
‘’Maksud sonsaengnim/dokter apa? Kami gak paham!’’, tanya Seohyun oenni.
‘’Ne/iya! Apa dia punya penyakit sampe harus chek up rutin?’’, timpal Yonghwa oppa.
‘’Kalian gak tau ya? Baiklah!’’, kata sonsaengnim/dokter menghela nafasnya lalu melanjutkan omongannya. ‘’Kemungkinan menurut pemeriksaan, Minhossi mengalami serangan jantung dan kalo dilihat dari kondisinya sekarang sudah gak memungkinkan untuk diselamatkan!’’
‘’Mworagu/apa kamu bilang? Apa sonsaengnim/dokter gak salah? Minho sakit apa? Jantung?’’, seru Seohyun oenni menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking gak percaya apa yang dia dengar barusan.
‘’Sonsaengnim/dokter, kenapa itu bisa terjadi?’’, tanya Yonghwa yang gak yakin.
‘’Penyebabnya karena gaya hidup yang gak sehat, ada penyumbatan pada pembuluh darah jantungnya. Tapi ada juga yang jantungnya memang lemah dari lahir, katup jantungnya tidak menutup serta kolesterol’’, jelas sonsaeng.
‘’Setauku Minho gak sakit jantung bawaan dari lahir hanya saja mungkin gaya hidupnya yang gak sehat membuatnya jadi begini’’, jelas Seohyun eonni.
‘’Apa gak ada cara untuk menyelamatkannya? Dengan operasi misalnya?’’, tanya Yonghwa.
‘’Kemungkinan kecil saja kalo berhasil karena penyakit seperti memang cukup sulit ditangani karena jantung itu harus diambil dari orang yang sudah meninggal dan tentunya harus cocok dengan punya pendonor ke pasien yang akan menerimanya’’, jelas sonsaeng.
Setelah keluar dari ruangan sonsaeng, mereka menemui Minho. Terlihat Minho yang sedang bersiap untuk pulang.
‘’Minho, kok kamu berdiri? Istirahat aja dulu sehari disini!’’, cegah Seohyun oenni.
‘’Aniyo/gak, aku sudah baikkan kok! Kalian gak usah khawatir!’’, kata Minho.
‘’Kata Seohyun benar! Wajahmu aja masih kelihatan pucat begitu mana mungkin gak apa-apa!’’, timpal Yonghwa oppa.
‘’Sebenarnya aku sakit apa?’’, tanya Minho memandang Seohyun oenni lalu Yonghwa oppa.
‘’Sudahlah, kamu istirahat dulu. Kami pasti akan segera memberitahumu!’’, kata Yonghwa oppa.
‘’Kalo aku gak sakit apa-apa, aku mau pergi!’’, seru Minho yang mau keluar tapi dicegah Seohyun oenni.
‘’Minho, aku mohon istirahatlah dulu! Kondisimu sekarang gak memungkinkan!’’, kata Seohyun oenni menahan Minho.
‘’Kalo aku gak sakit buat apa istirahat noona? Aku harus kerja lagi!’’, kata Minho.
Minho masih tetap berkeras mau pergi dan Seohyun oenni masih terus membujuknya. Yonghwa oppa yang gak tahan akhirnya memberitahukan yang sebenarnya.
‘’Sudahlah Seohyun, kita kasih tau sekarang! Minho, kami mohon kamu jangan kaget tapi yang kami dengar dari sonsaeng kamu menderita penyakit jantung yang cukup parah’’, jelas Yonghwa oppa dengan wajahnya yang galau. Minho terdiam. Ekspresinya datar untuk mengetahui keadaannya yang ternyata cukup parah.
‘’Katanya untuk bisa sembuh, kamu harus mendapatkan donor jantung tapi karena pendonor itu harus yang sudah meninggal dan harus cocok denganmu itu cukup sulit dilakukan’’, jelas Yonghwa oppa.
‘’Jadi, aku sudah mau mati? Aku gak begitu kaget karena rasa yang menyayat dan menyesakkan di d**a ini terus berkecamuk. Entah kapan tiba-tiba jantung ini suatu saat gak sanggup menahannya dan berhenti begitu saja’’, kata Minho sambil memegang dadanya.
‘’Minho, keluargamu harus tau supaya kamu bisa dapat pendonor!’’, seru Seohyun oenni.
‘’Andwae/jangan! Aku gak mau menambah kesedihan mereka! Sudah cukup banyak kesalahanku kepada mereka. Hanya sampe sini saja derita yang mereka rasakan karenaku. Biarlah kali ini kutanggung sendiri’’, kata Minho.
‘’Tapi... tapi kami gak mau kamu meninggal Minho! Shiroyo/gak mau... dan bagaimana dengan Sonyul?’’, kata Seohyun oenni yang mulai menangis. Yonghwa oppa berusaha menenangkan Seohyun oenni.
‘’...Aku gak mau dia tau. Dia sudah banyak terluka karenaku. Dia sudah menemukan kebahagiaannya dan aku gak mau menghancurkannya. Lagipula aku sudah bukan siapa-siapanya lagi. Aku mohon Seohyun noona, Yonghwa hyung! Aku gak mau ada yang tau siapa pun itu dengan kondisiku sekarang. Tenang aja, aku masih bisa bertahan jadi aku mohon sama kalian. Jebal/plis, tolong!’’, pinta Minho.
Seohyun oenni dan Yonghwa oppa mau gak mau menyetujuinya. Terpaksa mereka menutup rapat masalah ini tapi mereka pun gak hanya tinggal diam. Mereka juga berusaha membantu Minho mencari pendonor yang tepat untuknya. Tersenyum padahal hati menangis itu susah seperti yang dilakukan mereka saat ini. Dan mereka harap keadaan gak jadi memburuk karena acara tutup mulut yang mereka lakukan saat ini.
***
‘’Oemma, palli/cepat! Nanti Bumso telat!’’, seru Bumso memanggil oemmanya.
‘’Ne/iya! Ne! Bawel banget pangeran kecil oemma satu ini!’’, seru Sonyul sambil mencubit hidung anaknya. Setelah bebersih sebentar, ganti baju, Sonyul siap mengantar anaknya ke sekolahnya.
‘’Ada apa sih kok kamu buru-buru ke sekolah?’’, tanya Sonyul sambil menyetir.
‘’Katanya sonsaengnim/guru ada guru musik baru hari ini! Jadi, Bumso penasaran mau lihat!’’, kata Bumso.
‘’Jinca/seriusan? Berarti bagus dong!’’
Sesampainya di sekolah, Sonyul dan Bumso keluar dari mobil berjalan menuju kelas Bumso di tk Seoul. Tepat di depan kelas Bumso, Sonyul melepaskan anaknya ke kelasnya.
‘’Hari ini belajar yang baik ya? Jangan nakal! Dengar apa kata sesangnim! Oemma pulang dulu ya?’’, kata Sonyul berpamitan kepada Bumso.
‘’Ne, oemma/ya mama! Bumso akan jadi anak yang baik kok! Oemma juga hati-hati ya?’’, kata Bumso melambaikan tangannya ke Sonyul.
Baru beberapa langkah Sonyul berjalan, seseorang memanggilnya.
‘’Sonyul?’’
‘’Minho? Wae/kenapa? Kok ada di sini?’’, tanya Sonyul bingung akan kehadiran Minho di tk it.
‘’Mulai hari ini aku mengajar jadi guru musik di tk ini’’, jelas Minho yang membuat Sonyul terkejut.
‘’Mwo/hah????’’
To Be Continues...
Minho jadi guru musik di tk Bumso!
Lalu bagaimana dengan penyakit Minho?
Minho bisa bertahan ato gak?
Penasaran???
Jangan lupa klik like,komen,share, riview!
Baca aja ya Kejujuran Cinta part 10!!!!!^0^/
see you next time
bye bye~❤️❤️❤️❤️❤️❤️