PART 28: BAIK-BAIK SAJA (2) Setelah berbulan-bulan lamanya mereka berdua berpisah, akhirnya Muezha bisa kembali bertemu dengan Aksa. Bukan untuk melepas rindu ataupun bertukar sapa layaknya dua orang yang pernah tinggal bersama, melainkan untuk menghadiri sidang perceraian yang akhirnya benar-benar terlaksana setelah dua bulan Muezha melahirkan anaknya. Begitu palu hakim sudah dibunyikan, Muezha langsung menunduk dalam dengan kedua mata yang terpejam. Lalu menggigit bibirnya dengan pelan. Jangan sampai ia menangis sesenggukkan sekarang, karena semua orang yang hadir bisa beranggapan bahwa dirinya menyesal. Padahal dirinya juga turut mengambil keputusan. Menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya secara perlahan-lahan, lalu mengangkat wajah sekaligus membuka kedua mata, Muezha s

