PART 26: BICARA Aksa yang akan mengejar Muezha, langsung mengurungkan niatnya begitu mendengar Sabria yang tertawa di belakang sana. "Keterlaluan! Kau pasti sengaja melakukannya." Sabria duduk di pinggir ranjang dengan kedua tangan yang menahan tubuhnya. Ia masih bisa tertawa padahal Aksa sudah terlihat sangat marah. "Kenapa kau malah marah-marah seperti ini, Aksa? Bukankah kita memang pernah menginap di sini sebelumnya?" Aksa hanya mengumpat kasar sambil meremas rambutnya. "Pergi sekarang juga, sebelum aku yang akan menyeretmu untuk keluar dari villa." Sabria malah menggelengkan kepalanya. "Aku masih ingin berada di sini, Aksa. Lagi pula kau sedang sakit sekarang. Jadi, aku menawarkan diri untuk mengurusmu seharian." Aksa mulai memijat pangkal hidungnya. Kepalanya semakin bertambah

