Junno menyesap rokoknya yang masih menyala, sementara ketiga rekannya tertawa terbahak-bahak. Garin bahkan sampai menyemburkan minumannya setelah pria itu selesai bercerita tentang tragedi kecoa terbang di apartemennya. "Tertawalah sampai puas! Kalian tidak tahu saja bagaimana jadi aku." Dia menyesap rokoknya dalam-dalam kemudian meniupkan asapnya di udara. "Aku rasa kau sudah tidak normal, Junn." Garin berujar. "Kalau aku, perempuan itu sudah pasti kusikat semalam. Mumpung dia mabuk berat." Namun Adam menepuk kepalanya dengan keras sehingga Garin mengaduh. "Tidak sopan!" katanya. "Apa? Aku kan hanya berandai-andai. Pada kenyataannya, Junno yang ada di posisi itu kan? Ah, kenapa waktu itu bukan aku saja yang mengambil pekerjaan sebagai bodyguardnya. Kan bagus, setiap hari melihat pe

