"Apasih!?" Alden nampak terkejut kala mendengar Lydia berbicara cukup keras, entah dengan siapa gadis itu melakukan panggilan "Kenapa kau menghubungi ku saat uang mu habis? aku masih kuliah asal kau tau. Lalu kau mau apa dariku!?" kesal Lydia. Alden nampak tergugu mendengar kekehan dari bibir Lydia. Tampak mengerikan. "Kau ingin aku apa?" ucap Lydia. "Jual diri kata mu?" Lydia kembali terkekeh. Alden sendiri melotot mendengar ucapan Lydia. "Ya, kau memang ibu ku. Kau yang melahirkan ku. Tapi utang budi? aku utang budi padamu? kau bercanda?" Lydia benar benar type gadis yang selalu berusaha menahan emosi nya, bahkan ia marah pada Alden saja masih bisa mengontrol diri. "Apa kau pernah bertanya padaku, apa aku mau di lahirkan olehmu? kau pikir aku mau mempunyai ibu seperti mu?" "Ora

