"Aaa....pintar!" seru Lidya setelah Alpen membuka mulut, menerima suapan dari nya. Alden yang menyaksikan itu memutar bola mata nya. "Kau tidak lelah mengatakan itu sedari tadi?" ketus Alden, pria itu tadi nya memang tersenyum kagum melihat cara Lidya menyuapi Aspen. Namun lama lama jengah mendengar Lidya mengulang ngulang kalimat yang sama saat berhasil memasukkan suapan ke dalam mulut Aspen. "Tidak, kalau kau kesal mendengar nya. Pergi saja" ucap gadis dengan kuncir kuda itu, membuat Alden terdiam di tempat sembari menatap tajam dirinya. "Kau mengusirku?" tanya Alden. "Kenapa masih bertanya?" balas Lidya membuat Alden memejamkan mata, gadis itu memang benar benar menguras emosi nya. Dulu Alden lelah karena merawat Aspen sendiri, sekarang Alden tidak lelah karena Aspen tapi malah l

